Sejak Umur 18 Tahun Jualan Buku, Pak Erianes Tetap Bertahan di Kios Padang Theater Meski Pembeli Kian Sepi
Pak Erianes, 64 tahun, masih setia membuka kios buku Taman Bacaan Muda Nama di Padang Theater, Pasar Raya Padang, sejak usia 18 tahun. Meski pembeli kian sepi dan hanya dirinya yang bertahan di kawasan itu, ia mengaku tak bisa meninggalkan kios dan buku-bukunya. Buku dijual Rp5.000-Rp35.000, sewa komik Rp2.000-Rp5.000, dan potongan artikel koran Rp2.000 per lembar.
Di kawasan Padang Theater, Pasar Raya Padang, sebuah kios buku bernama Taman Bacaan Muda Nama masih berdiri di antara deretan rak dan tumpukan buku lama. Setiap pagi, pria berusia 64 tahun bernama Erianes membuka kios itu, melanjutkan rutinitas yang telah ia jalani sejak berumur 18 tahun. Kini, jumlah pembeli dan pembaca memang tak lagi seramai dulu, tetapi meninggalkan kios dan buku-bukunya bukan pilihan mudah bagi Pak Erianes.
"Jadi kalau ini (kios buku) ditinggalkan aja umpamanya, dak senang hati tu rasanya. Buku-buku ini harus di rawat," ujarnya.
Pak Erianes lahir di Maninjau pada 9 September 1962 dan pindah ke Padang saat berusia dua tahun. Ia sempat menempuh kuliah di jurusan Hukum Universitas Bung Hatta pada 1984-1985, namun hanya bertahan dua semester. Sejak itu, hidupnya lebih banyak dihabiskan bersama buku-buku di kawasan Padang Theater.
Kios tersebut menyimpan beragam bacaan, mulai dari komik, novel, majalah, koran, hingga buku pelajaran. Dahulu, komik menjadi buruan anak-anak sekolah. Judul seperti Naruto, Doraemon, Tsubasa, dan Conan pernah memenuhi rak taman bacaan. "Kalau dulu sebelum tahun 80-an sampai 2000-an ramai, anak-anak sekolah cabut kesini baca komik. Sampai masuk hp ini dak ada lagi," cerita Pak Eri.
Perubahan kebiasaan membaca membuat kawasan taman bacaan di belakang Padang Theater semakin sepi. Menurut Pak Erianes, dahulu banyak taman bacaan di kawasan itu, tetapi kini hanya dirinya yang masih bertahan. "Ramai dulu di belakang tu, ada banyak taman bacaan, sekarang udah gak ada, cuma bapak sendiri yang bertahan," katanya.
Koleksi yang tersisa tetap dirawat. Sebagian buku diperoleh dari teman-temannya yang memberikan buku tak terpakai. "Teman-teman yang lain sering bawa buku-buku yang gak dipakai, daripada dak tepakai atau tebuang, bawak aja kemari. Saling bantu aja," ujar Pak Eri. Buku dan komik dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp5.000 hingga Rp35.000, tergantung jenis, kondisi, serta tebal-tipisnya. Untuk komik yang dibaca di tempat, tarif sewa berkisar Rp2.000 sampai Rp5.000 per buku, dan pembaca bisa duduk di kursi kayu panjang depan kios. Koran serta majalah lama dipotong berdasarkan topik dan dijual kembali Rp2.000 per lembar. Sementara buku baru sudah tidak lagi masuk ke kiosnya.
Kios yang sepi menjadi bagian perjalanan panjang Pak Erianes. Ia mengingat pernah terjadi dua kali kebakaran di kawasan tersebut, yakni pada 1974 dan 1980-an. Setelah dibangun kembali, kawasan itu ramai lagi sekitar 1990-an hingga 2000-an, dan aktivitas masih terasa hingga sekitar 2006 sebelum penggunaan telepon genggam meluas dan pembaca perlahan berkurang. Meski kondisi berubah, Pak Erianes tetap membuka kios setiap hari. "Biasa aja, kalo ada yang tanya gimana sepi, biasa aja, gak usah dipikirin, plong aja," katanya tertawa.
Keputusan bertahan juga dilatari rasa memiliki terhadap kios dan buku-buku yang menemaninya puluhan tahun. Sekitar tahun 2000, ia memilih membeli kios tersebut agar tidak lagi bergantung pada tempat sewaan. "Ada duit, kita cari aman aja, ngontrak-ngontrak kita bayar, nanti bisa disepak orang," ujarnya. Kini kios itu miliknya. Setiap pagi ia datang dan membuka kios pukul 09.00, lalu menutupnya saat Ashar sekitar pukul 16.00. "Kalau ada yang datang Alhamdulillah, gak ada juga ya gapapa, gak banyak dipikirin, tu biar plong. Buka pagi, ashar tutup, terus pulang," katanya.
Puluhan tahun berlalu, kawasan Padang Theater berubah dan kebiasaan membaca ikut bergeser. Namun Pak Erianes masih datang ke kios yang sama, merawat buku-buku yang tersisa, dan menunggu siapa pun yang datang untuk membaca atau membeli. "Memang dasarnya gak bisa bapak tinggal (kios buku) ini," kata Erianes lirih.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0