Rusia Kembali Serang Kyiv dengan Rudal Balistik, Warga Diminta Berlindung
Rusia melancarkan serangan rudal balistik ke Kyiv dan sejumlah kota Ukraina pada Kamis (30/7) pagi. Wali Kota Kyiv mengimbau warga berlindung di shelter. Serangan menewaskan sedikitnya delapan orang di berbagai wilayah, termasuk Kyiv, Poltava, dan Kryvyi Rih. Serangan terjadi setelah Presiden Zelensky memperingatkan kemungkinan serangan besar-besaran Rusia.
Kyiv, 30 Juli 2025 – Rusia kembali melancarkan serangan rudal balistik ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Kamis pagi. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melalui kanal Telegram-nya mengimbau warga untuk segera menuju shelter dan tetap berada di sana hingga situasi dinyatakan aman.
Klitschko melaporkan bahwa kebakaran terjadi di distrik Sviatoshynskyi akibat jatuhnya puing-puing rudal yang berhasil dicegat. Selain itu, kebakaran juga dilaporkan terjadi di area non-perumahan di distrik Obolonskyi. Sirene peringatan serangan udara berbunyi di sejumlah kota, termasuk Kyiv, Poltava, dan Kryvyi Rih, disusul dengan beberapa ledakan yang terdengar.
Serangan rudal balistik yang menghantam sebuah rumah di sebuah desa dekat Kryvyi Rih, Ukraina tengah, menewaskan enam orang. Delapan orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua anak-anak. Sementara itu, Klitschko mengonfirmasi satu orang tewas di Kyiv akibat serangan tersebut. Pemerintah Kota Poltava juga melaporkan satu korban jiwa di wilayahnya.
Wali Kota Lviv, Andriy Sadovyi, juga mengabarkan ledakan terdengar di kotanya. Sejumlah orang dilaporkan terluka, dan beberapa di antaranya terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Serangan pada Kamis ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan skala besar terhadap Ukraina. Dalam unggahan di media sosial, Zelensky menyatakan bahwa Rusia telah mempersiapkan serangan besar-besaran beberapa hari lalu, dan ada kemungkinan besar serangan itu dilakukan malam ini.
Serangan ini juga terjadi setelah Zelensky bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington untuk memohon lisensi pembuatan rudal Patriot. Sistem Patriot AS disebut-sebut sebagai satu-satunya yang mampu menembak jatuh rudal balistik Rusia.
Serangan terbaru Rusia ini terjadi di tengah posisi Ukraina yang dinilai cukup kuat dalam perang melawan Rusia. Pasukan Ukraina telah memperlambat laju serangan Rusia selama beberapa bulan terakhir. Ukraina juga baru-baru ini menyerang kilang minyak Rusia yang menurut Kyiv menjadi bahan bakar bagi invasi Kremlin.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0