Remaja Hilang di Pantai Pasie Nantigo Ditemukan Tewas

Remaja asal Tangerang yang hilang di Pantai Pasie Nantigo akhirnya ditemukan tewas oleh tim SAR setelah dua hari pencarian intensif di laut dan darat.

Aug 5, 2025 - 12:07
 0
Remaja Hilang di Pantai Pasie Nantigo Ditemukan Tewas
Remaja yang diduga terseret ombak di Pantai Pasie Nantigo, Kota Padang, ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, Selasa, (5/8/2025). (Kantor SAR Kelas A Padang)

Remaja Asal Tangerang Ditemukan Tewas Setelah Dua Hari Hilang di Pantai Pasie Nantigo

Padang – Pencarian terhadap seorang pemuda asal Tangerang yang hilang di Pantai Pasie Nantigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, akhirnya berakhir tragis. Korban bernama Thiong May Cay Pakpahan, berusia 25 tahun, ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Selasa pagi (5/8/2025), setelah dua hari dinyatakan hilang akibat terseret ombak.

Kronologi Hilangnya Korban di Pantai Pasie Nantigo

Peristiwa ini bermula pada Minggu malam, 3 Agustus 2025, sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut keterangan saksi, korban terakhir terlihat berada di sekitar area Pantai Pasie Nantigo. Keesokan paginya, warga sekitar menemukan barang-barang milik korban tergeletak di tepi pantai. Di antaranya, sebuah ponsel, sepasang sandal jepit, serta satu unit sepeda motor yang diketahui milik Thiong.

Temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran, dan warga setempat langsung berinisiatif melakukan pencarian di sepanjang garis pantai. Namun, setelah beberapa jam tidak membuahkan hasil, mereka akhirnya menghubungi pihak Kantor SAR Padang untuk meminta bantuan evakuasi.

Laporan Diterima, Operasi SAR Dimulai

Menurut Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, laporan resmi pertama diterima dari Eri, salah satu anggota Padang Baywatch, pada Senin (4/8/2025) pukul 15.25 WIB. Setelah laporan masuk, tim SAR langsung dikerahkan ke lokasi dan mulai melakukan pencarian dengan metode penyisiran laut dan darat.

“Korban diduga kuat terseret ombak. Apalagi setelah kami menerima informasi dari masyarakat bahwa barang-barang pribadinya ditemukan tidak jauh dari bibir pantai,” ujar Hendri.

Pencarian Hari Kedua, Jenazah Ditemukan di Tengah Laut

Pada hari kedua operasi pencarian, Selasa (5/8/2025), upaya penyisiran dilanjutkan sejak pukul 07.00 WIB. Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua kelompok: tim pertama fokus menyisir area perairan laut sekitar titik hilangnya korban, sementara tim kedua melakukan penyisiran darat sejauh 2 kilometer di sepanjang garis pantai.

Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, tim juga mengerahkan drone untuk melakukan pemantauan dari udara. Alat ini sangat membantu dalam menjangkau area-area yang sulit diakses, terutama mengingat kondisi ombak yang tidak bersahabat selama proses pencarian berlangsung.

Sekitar pukul 10.25 WIB, tubuh korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Lokasi penemuan berada pada koordinat 0°53'18.69"S - 100°14'42.18"T, atau sekitar 4,32 mil laut dari lokasi awal korban dinyatakan hilang.

Setelah proses identifikasi awal, jenazah korban segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk penanganan lebih lanjut.

Tantangan dan Kekuatan Kolaborasi dalam Operasi SAR

Operasi pencarian dan evakuasi korban ini tidak lepas dari tantangan berat yang dihadapi di lapangan. Salah satu hambatan utama adalah kondisi gelombang laut yang cukup tinggi, dengan ketinggian mencapai 1,4 hingga 1,7 meter.

Meski begitu, kolaborasi berbagai elemen menjadi kekuatan utama dalam proses pencarian ini. Operasi SAR melibatkan sedikitnya 45 personel dari berbagai instansi dan komunitas, antara lain:

  • 6 personel Kantor SAR Padang

  • 6 personel dari Polsek Koto Tangah

  • 5 personel Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang

  • 5 personel Pemadam Kebakaran Kota Padang

  • 3 personel dari Padang Baywatch

  • Sekitar 20 warga dan relawan setempat

"Kerja sama semua pihak sangat membantu mempercepat proses pencarian. Ini bukti nyata pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat dalam situasi darurat," kata Hendri.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Setelah berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah korban, operasi SAR secara resmi ditutup pada pukul 10.35 WIB. Seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing, dan pencarian dinyatakan selesai.

Hendri juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berada di kawasan pantai, terutama pada malam hari atau saat kondisi cuaca dan ombak tidak stabil. “Pantai bukan hanya indah, tapi juga menyimpan potensi bahaya, apalagi jika tidak ada pengawasan atau pengamanan yang memadai,” tegasnya.

Tragedi yang Menggugah Kesadaran Keselamatan Laut

Peristiwa ini menambah panjang daftar kasus kecelakaan laut di kawasan pesisir Padang, khususnya di Pantai Pasie Nantigo yang cukup ramai dikunjungi wisatawan maupun warga lokal. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di sekitar pantai memerlukan perhatian dan kewaspadaan ekstra.

Apalagi dengan adanya potensi ombak besar dan arus bawah laut yang kuat, kegiatan di pantai sebaiknya selalu melibatkan pengawasan, baik dari petugas maupun antar sesama pengunjung.

Pihak SAR juga menyarankan agar lokasi-lokasi rawan segera dipasang papan peringatan atau zona terlarang berenang. Dengan edukasi dan fasilitas keselamatan yang tepat, risiko kejadian serupa di masa depan bisa diminimalkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0