Pramono Anung Kejar Izin Pusat, Jakarta Siapkan Surat Utang Rp3,5 Triliun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masih menunggu izin pemerintah pusat untuk menerbitkan Jakarta Municipal Bond senilai Rp3,5 triliun. Obligasi daerah ini disebut sebagai sumber pembiayaan baru untuk infrastruktur dan pembangunan kota. Dalam Jakarta Investment Festival Summit 2026, Pramono juga menawarkan 37 proyek strategis dengan total nilai investasi Rp115 triliun kepada para investor.

Oct 3, 2026 - 04:02
Oct 3, 2026 - 04:02
 0
Pramono Anung Kejar Izin Pusat, Jakarta Siapkan Surat Utang Rp3,5 Triliun
Pramono Anung Kejar Izin Pusat, Jakarta Siapkan Surat Utang Rp3,5 Triliun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa pihaknya tengah bersiap menerbitkan surat utang daerah atau Jakarta Municipal Bond dengan nilai mencapai Rp3,5 triliun. Namun, rencana tersebut masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Pusat sebelum bisa direalisasikan.

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri acara Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (28/8). Menurutnya, penerbitan obligasi daerah ini menjadi langkah untuk membuka sumber pembiayaan baru bagi pembangunan infrastruktur dan pengembangan ibu kota.

"Kami sedang bersiap untuk menerbitkan Jakarta Municipal Bond, yang kami sebut obligasi daerah. Saya berharap kami bisa mendapatkan izin dari pemerintah pusat," ujar Pramono.

Ia menilai bahwa surat utang daerah merupakan bagian dari upaya Jakarta memperluas pendekatan pembiayaan pembangunan, terutama di tengah kebutuhan investasi yang terus meningkat. Pramono menyebut langkah ini akan membuka jalan baru untuk membiayai infrastruktur strategis dan pembangunan perkotaan jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menawarkan 37 proyek strategis di Jakarta kepada para investor dengan total nilai investasi mencapai Rp115 triliun atau sekitar US$5 miliar. Portofolio proyek tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari properti dan perhotelan, pengembangan komersial dan mixed-use, transit-oriented development, olahraga dan rekreasi, industri dan logistik, hingga utilitas, transportasi, dan proyek waterfront.

Menurut Pramono, Jakarta perlu terus memperkuat kemitraan antara pemerintah, investor, dunia usaha, dan institusi global untuk mendukung pembangunan kota. Ia menegaskan bahwa Jakarta sedang berada pada momen penting dalam perjalanannya menuju kota yang lebih terhubung, berkelanjutan, inovatif, dan kompetitif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0