PLN Resmikan Pompa Tenaga Surya di Tanah Datar, Petani Tanjung Barulak Kini Berpeluang Panen 2-3 Kali Setahun
PLN UID Sumatera Barat meresmikan Pompanisasi Irigasi Tenaga Surya Batang Manganan di Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar. Fasilitas ini memanfaatkan energi matahari untuk mengalirkan air ke lahan pertanian dan berpotensi mengairi sekitar 400 hektare sawah. Petani setempat diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali panen per tahun.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat meresmikan Pompanisasi Irigasi Tenaga Surya Batang Manganan di Jorong Padang Datar, Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (6/9). Peresmian ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bertajuk "Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh". Fasilitas tersebut memanfaatkan energi matahari untuk menggerakkan pompa yang mengambil air dari Batang Manganan dan mengalirkannya ke lahan pertanian warga.
Hadir dalam acara peresmian Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Sumatera Barat Achmad Dailimy, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdurrahman Hadi, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Barat Helmi Heriyanto, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat Rifda Suriani, General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini beserta jajaran manajemen, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra, Kabid TJSL PT Semen Padang Nurwan, Direktur Kemahasiswaan Universitas Andalas Dr. Eng. Dendi Adi Saputra, serta pejabat dan unsur pemerintahan Nagari Tanjung Barulak.
Selama bertahun-tahun, petani Tanjung Barulak menghadapi tantangan ketersediaan air. Sebagian lahan masih mengandalkan air hujan sehingga intensitas tanam belum optimal. Dengan adanya sistem pompanisasi tenaga surya ini, air dari Batang Manganan dapat dialirkan secara lebih memadai dan berkelanjutan. Potensi cakupan irigasi diperkirakan mencapai sekitar 400 hektare sawah masyarakat.
Program ini tidak sekadar menghadirkan infrastruktur pengairan. Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami dan dipanen satu kali dalam setahun diharapkan meningkat menjadi dua hingga tiga kali panen per tahun. Peningkatan intensitas tanam itu membuka peluang produksi pertanian yang lebih besar, peningkatan pendapatan petani, penguatan ekonomi keluarga, hingga pertumbuhan perekonomian nagari.
Gagasan pompanisasi ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak. Universitas Andalas berkontribusi melalui pengembangan prototipe pompanisasi berbasis tenaga surya, sementara kebutuhan pengairan disampaikan oleh Kelompok Tani Saiyo. PLN UID Sumatera Barat kemudian berperan menghubungkan berbagai potensi tersebut menjadi solusi yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Pembangunan sistem pompanisasi tenaga surya di Batang Manganan diwujudkan pada 2026.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, PLTS Batang Manganan membuktikan energi terbarukan dapat dihadirkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat. "PLTS Batang Manganan adalah contoh bahwa energi terbarukan bukan sesuatu yang jauh dan abstrak. Ketika air dapat dialirkan ke sawah dengan energi matahari, yang kita bangun bukan hanya sistem pompa, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan produksi pertanian, membantu petani mengurangi biaya operasional, menjaga lingkungan, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan Sumatera Barat," ujar Mahyeldi.
Mahyeldi menambahkan, manfaat inovasi ini tidak berhenti pada tersedianya fasilitas pengairan. Ia menilai kolaborasi semacam ini penting untuk terus dikembangkan agar manfaat energi terbarukan dirasakan lebih luas. "Yang kita resmikan hari ini bukan hanya sebuah fasilitas, tetapi sebuah cara baru dalam menghadirkan pembangunan yang memadukan energi bersih, teknologi, pertanian, dan kebutuhan nyata masyarakat. Saya berharap apa yang dimulai di Tanjung Barulak ini dapat terus dijaga, dikembangkan, dan menjadi contoh bagi daerah lainnya," kata Mahyeldi.
General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini menyatakan program tersebut merupakan wujud komitmen PLN menghadirkan manfaat dari kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan energi bersih untuk kegiatan produktif. "Bagi PLN, program ini menunjukkan bagaimana inovasi dan kebutuhan masyarakat dapat dipertemukan menjadi solusi nyata. Ketika energi bersih dapat membantu petani mendapatkan akses air yang lebih baik, manfaatnya tidak berhenti pada fasilitas yang terbangun. Ada produktivitas yang tumbuh, ada peluang ekonomi yang terbuka, dan ada harapan yang ikut terjaga. Karena itu, kami ingin memastikan kolaborasi ini terus dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Kami berharap air yang mulai mengalir ke lahan pertanian Tanjung Barulak juga menjadi awal mengalirnya produktivitas, kesejahteraan, dan harapan baru bagi masyarakat," tutur Ririn.
Kolaborasi menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan program ini. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, pemerintah nagari, Universitas Andalas, Kelompok Tani Saiyo, dunia usaha, serta berbagai unsur lainnya mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Sinergi tersebut menunjukkan pemanfaatan energi bersih dapat diperluas untuk mendukung sektor produktif. Dampak yang diharapkan juga sejalan dengan upaya mendukung swasembada pangan nasional berkelanjutan sebagaimana bagian dari Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dari sebuah sistem pompa yang mengalirkan air, terbuka peluang menghadirkan lebih banyak masa tanam, meningkatkan produksi, dan memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat nagari.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0