MRT Jakarta Siapkan Pedestrian Deck Dukuh Atas Ramah Difabel untuk Urai Kepadatan

PT MRT Jakarta membangun Pedestrian Deck Dukuh Atas sebagai jalur penghubung antarmoda yang ramah disabilitas, dilengkapi elevator, eskalator, ramp, dan jalur pemandu taktil. Proyek ini juga bertujuan mengurangi kepadatan pejalan kaki di Terowongan Kendal dan meningkatkan konektivitas enam moda transportasi di kawasan TOD Dukuh Atas.

Aug 12, 2026 - 00:09
Aug 12, 2026 - 00:09
 0
MRT Jakarta Siapkan Pedestrian Deck Dukuh Atas Ramah Difabel untuk Urai Kepadatan
MRT Jakarta Siapkan Pedestrian Deck Dukuh Atas Ramah Difabel untuk Urai Kepadatan

PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menyiapkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas sebagai jalur penghubung antarmoda yang mengutamakan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Infrastruktur ini dirancang untuk mempermudah mobilitas pengguna sekaligus membuka konektivitas langsung dengan sejumlah gedung di sekitarnya, seperti Two Sudirman dan Wisma BNI.

Fasilitas tersebut akan dilengkapi dengan elevator, eskalator, ramp, serta jalur pemandu taktil. Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan, menjelaskan bahwa aspek aksesibilitas menjadi perhatian utama dalam perancangan karena posisi deck yang berada di atas permukaan jalan. Menurutnya, seluruh akses masuk menuju pedestrian deck direncanakan menggunakan eskalator agar pengguna tidak perlu menaiki tangga secara manual.

Bagi pengguna kursi roda, stroller bayi, dan ibu hamil, MRT Jakarta menyediakan elevator sebagai akses vertikal. Selain itu, di area deck juga akan dipasang jalur pemandu taktil untuk membantu penyandang disabilitas netra. Agus menambahkan bahwa desain ini diharapkan memberikan kenyamanan lebih dibandingkan harus menaiki tangga.

Pedestrian Deck Dukuh Atas merupakan bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas. Proyek ini bertujuan memperkuat konektivitas enam moda transportasi, yaitu MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan TransJakarta. Saat pencanangan proyek pada Juni lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut infrastruktur ini dirancang untuk mewujudkan seamless mobility, sehingga masyarakat dapat berpindah moda dengan nyaman tanpa terpapar panas atau hujan.

Selain meningkatkan aksesibilitas, keberadaan pedestrian deck juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan pejalan kaki yang selama ini terpusat di Terowongan Kendal. TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta, Sagita Devi, mengatakan bahwa Terowongan Kendal masih menjadi akses utama yang menghubungkan empat kuadran kawasan Dukuh Atas. Dengan adanya pedestrian deck, arus pejalan kaki diharapkan lebih tersebar dan memberikan alternatif jalur perpindahan.

Untuk mengantisipasi penumpukan pejalan kaki di atas deck, desain proyek telah memperhitungkan pelebaran jalur pada sejumlah titik yang diprediksi menjadi lokasi orang berhenti menikmati pemandangan. Agus menjelaskan bahwa jalur utama akan memiliki lebar sekitar 4 hingga 5 meter, sementara area tertentu yang menghadap jalan akan diperlebar hingga sekitar 7 meter. Hal ini bertujuan agar orang yang berhenti tidak menghambat pengguna lain yang ingin berpindah moda.

Dengan berbagai fasilitas dan desain yang matang, Pedestrian Deck Dukuh Atas diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki di kawasan tersebut. Proyek ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengembangkan transportasi publik yang inklusif dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0