Mojtaba Khamenei Puji Pezeshkian dan Serukan Persatuan Usai Trump Jatuhkan Sanksi Ekonomi ke Iran
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei merespons sanksi ekonomi baru Amerika Serikat lewat Operation Economic Outcast. Ia mendesak pemerintah segera atasi inflasi, tingkatkan produksi dalam negeri, kurangi ketergantungan dolar, memuji kinerja Presiden Masoud Pezeshkian, dan menegaskan bahwa tindakan yang merusak kohesi sosial dilarang.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei angkat bicara menanggapi sanksi ekonomi yang dijatuhkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Teheran. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (28/8), bertepatan dengan peringatan Pekan Pemerintah.
Langkah Washington tersebut dikemas dalam kampanye bertajuk Operation Economic Outcast yang diluncurkan pada Senin lalu. Operasi itu muncul setelah Amerika Serikat dinilai gagal mencapai tujuan perangnya terhadap Iran.
Menghadapi tekanan tersebut, Mojtaba menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap persoalan ekonomi, khususnya inflasi. Ia meminta pemerintah meningkatkan produksi dalam negeri, mengakhiri peran dolar, dan memusatkan perhatian pada kebijakan ekonomi perlawanan.
"Kunci untuk menyelesaikan semua persoalan di bidang ini terletak pada ketergantungan sebesar mungkin terhadap produksi dalam negeri," ujarnya, dikutip dari Mehr pada Minggu (30/8). Jika kapasitas domestik belum mencukupi, menurut dia, impor harus dilakukan secara tepat dan bijaksana.
Mojtaba mengakui manuver musuh Iran selama perang dan setelahnya tetap berdampak. Namun, ia menilai pengelolaan cerdas yang melibatkan masyarakat dan para ahli serta mengaktifkan kapasitas baru akan membawa Iran menuju perluasan kegiatan dan pembangunan.
Ia menyoroti bahwa musuh bebuyutan bangsa Iran berupaya meyakinkan bahwa jalan menuju kemajuan adalah dengan mengikuti mereka dan memenuhi tuntutan yang tidak masuk akal. Menurut Mojtaba, rekam jejak musuh terhadap Iran dan sumber dayanya di masa lalu, bahkan bertahun-tahun sebelum Revolusi Islam, justru menunjukkan fakta sebaliknya.
Penerapan teknologi dan inovasi dari kelompok elite muda juga menjadi sorotan. Dalam situasi tertentu, pemanfaatan keunggulan tersebut secara tepat waktu serta meninggalkan prosedur dan kebiasaan lama dinilai dapat menghasilkan lompatan efektif bagi kemajuan negara.
Mojtaba menegaskan Iran telah menunjukkan ketangguhan sejati selama enam bulan terakhir dalam menghadapi agresi Amerika Serikat dan Israel. Karena itu, rakyat disebut berhak mendapatkan pelayanan optimal dari pemerintah. Ia memuji kinerja pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian yang dinilai mampu menangani kebutuhan masyarakat di tengah agresi, dan menyebut Pezeshkian sebagai sosok yang tulus serta penuh perhatian.
"Secara khusus, saya memuji langkah-langkah yang layak mereka ambil, meskipun menghadapi berbagai pembatasan dan rencana musuh Amerika-Zionis, serta meningkatnya sanksi dan blokade," ujar Mojtaba. Langkah itu dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan barang, layanan masyarakat, perbaikan infrastruktur yang rusak, hingga pengelolaan energi nasional.
Di sisi lain, Mojtaba menekankan pentingnya menjaga persatuan dan melindungi kohesi sosial. Ia mengingatkan setiap pernyataan atau dikotomi buatan yang melemahkan semangat nasional berpotensi merugikan rakyat, dan menegaskan bahwa tindakan apa pun yang merusak kohesi sosial dilarang.
Sektor budaya, pendidikan, dan pengasuhan juga didorong menjadi prioritas lintas sektor. Perhatian khusus menurutnya harus diberikan kepada guru, dosen, perawat, dokter di lembaga publik, hingga ibu rumah tangga yang berperan penting membentuk masa depan budaya negara melalui pengasuhan anak. Ia berharap penerapan berbagai poin tersebut membawa Iran menuju "Iran yang semakin kuat".
Berdasarkan laporan Press TV, peringatan Pekan Pemerintah digelar tahunan untuk mengenang Presiden Mohammad Ali Rajai dan Perdana Menteri Mohammad Javad Bahonar yang tewas dalam pengeboman pada 30 Agustus 1981. Mojtaba juga mengenang para pemimpin yang telah gugur, termasuk Rajai, Raeisi, dan Bahonar, serta memberikan penghormatan khusus kepada Ayatollah Seyyed Ali Khamenei yang pernah menjabat presiden hampir dua periode.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0