Kisah Kelam di Balik Popularitas: Onadio Leonardo dan Istri Ditangkap Polisi, Diduga Baru Konsumsi Ekstasi!

Artis Onadio Leonardo dan istrinya ditangkap polisi di Tangerang Selatan terkait kasus narkoba, diduga baru konsumsi ekstasi.

Nov 1, 2025 - 10:51
Nov 1, 2025 - 10:52
 0
Kisah Kelam di Balik Popularitas: Onadio Leonardo dan Istri Ditangkap Polisi, Diduga Baru Konsumsi Ekstasi!
Beby Prissilla dan Onadio Leonardo (Foto: Instagram @bebyleonardo)

Jakarta — Dunia hiburan Tanah Air kembali dikejutkan oleh kabar yang mencoreng citra selebritas Indonesia. Musisi sekaligus aktor Onadio Leonardo, atau akrab disapa Onad, diamankan aparat kepolisian karena diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Tak hanya sendiri, sang istri, Beby Prisillia Gustiansyah, juga turut dibekuk dalam operasi yang dilakukan pada Kamis (30/10) malam di kediaman mereka, kawasan Rempoa, Tangerang Selatan.

Kabar penangkapan ini sontak menghebohkan publik, mengingat nama Onadio selama ini dikenal sebagai figur nyentrik dan humoris di berbagai program televisi. Namun di balik kepribadiannya yang terbuka dan penuh energi, kehidupan pribadinya ternyata menyimpan sisi gelap yang kini terkuak ke permukaan.

Brigadir Jenderal (Brigjen) Ade Ary Syam Indradi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, membenarkan bahwa penangkapan terhadap Onadio dan istrinya memang benar dilakukan oleh jajaran kepolisian. “Benar, (istri Onad) ikut diamankan juga,” ujarnya kepada awak media, Jumat (31/10).

Menurut keterangan polisi, penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda. Pertama, aparat mengamankan satu orang di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari hasil pemeriksaan awal, penangkapan itu kemudian mengarah pada lokasi kedua, yakni di sebuah perumahan di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, tempat Onadio dan Beby tinggal.

“Di TKP pertama itu di daerah Sunter, dan dua orang lainnya kami amankan di Ciputat Timur,” jelas Brigjen Ade Ary.

Dari penggeledahan di rumah Onadio, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan adanya penyalahgunaan narkotika. Barang-barang tersebut antara lain satu lembar vapir, satu plastik klip berisi batang ganja, satu boks kecil, dan tiga unit telepon genggam. Meski barang bukti yang ditemukan tampak tidak dalam jumlah besar, namun cukup untuk mengindikasikan adanya keterlibatan keduanya dalam penggunaan zat terlarang.

“Dari lokasi kami menemukan satu lembar vapir, satu plastik klip berisi batang ganja, satu boks kecil, dan tiga HP. Semua barang bukti sudah diamankan,” kata Ade Ary menegaskan.

Tak berhenti di situ, hasil penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa pasangan suami-istri tersebut diduga sempat menggunakan ekstasi sebelum diamankan. Barang bukti pil ekstasi sendiri tak ditemukan karena diduga telah habis dikonsumsi. “Berdasarkan hasil pendalaman di lapangan, barang bukti ekstasinya sudah habis karena diduga telah dipakai,” ujar Ade Ary menambahkan.

Kabar penangkapan Onadio pertama kali dikonfirmasi oleh Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David. Ia menyebutkan bahwa hingga kini, mantan vokalis band Killing Me Inside itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Barat. “Nanti akan kami sampaikan hasilnya setelah proses pemeriksaan selesai,” ujarnya saat dihubungi.

Proses hukum terhadap Onadio masih berlangsung, namun polisi mulai memberikan sinyal bahwa sang artis lebih cenderung dianggap sebagai korban penyalahgunaan narkoba ketimbang pelaku utama. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan, dalam keterangan pers yang digelar di Mapolres, Jumat (31/10).

“Berdasarkan informasi awal yang kami peroleh dari Satnarkoba, yang bersangkutan, inisial LO, merupakan korban penyalahgunaan narkoba,” ungkap AKP Wisnu.

Pernyataan itu membuka ruang kemungkinan bahwa Onadio dan istrinya tidak termasuk dalam jaringan pengedar, melainkan hanya pengguna. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan sejauh mana keterlibatan keduanya.

Penangkapan artis terkait narkoba bukan hal baru di Indonesia. Kasus seperti ini kerap terjadi dan selalu menarik perhatian publik karena melibatkan figur publik yang kerap menjadi panutan masyarakat, khususnya generasi muda. Dalam banyak kasus sebelumnya, beberapa artis juga sempat mendapatkan rehabilitasi setelah terbukti sebagai korban penyalahgunaan, bukan pengedar.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dunia hiburan tidak selalu seindah yang terlihat di layar kaca. Tekanan popularitas, tuntutan pekerjaan, hingga gaya hidup cepat sering kali menjerumuskan beberapa artis pada jalan yang salah. Dalam kasus Onadio, banyak pihak berharap agar proses hukum yang dijalankan bisa berjalan adil dan transparan, serta membuka jalan bagi sang artis untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan jika memang terbukti sebagai pengguna.

Sejumlah rekan selebritas pun mulai angkat bicara, sebagian menunjukkan empati, sebagian lainnya mengaku terkejut dengan kabar tersebut. Sebab, Onad dikenal sebagai sosok yang terbuka soal masa lalunya yang pernah berurusan dengan narkoba dan mengaku telah meninggalkan semua itu sejak menikah. Kini, kenyataan pahit itu kembali menghampirinya.

Kisah penangkapan ini menambah daftar panjang kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan publik figur Indonesia. Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), angka pengguna narkoba di Tanah Air masih cukup tinggi dan tren pengguna baru justru meningkat di kalangan usia produktif, termasuk artis muda.

Dalam berbagai kesempatan, aparat kepolisian selalu menegaskan pentingnya peran publik figur untuk menjadi teladan dalam gerakan anti-narkoba. Sebab, suara mereka memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku dan pandangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Kini, semua mata tertuju pada perkembangan kasus Onadio Leonardo. Polisi masih mendalami kronologi dan motif di balik kejadian ini, sementara publik menunggu kabar resmi terkait status hukum sang artis dan istrinya. Jika benar mereka hanyalah korban, maka langkah rehabilitasi bisa menjadi pilihan agar keduanya dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bebas dari jerat narkotika.

Namun, jika terbukti lebih dari sekadar pengguna, konsekuensi hukum tetap menanti. Sementara itu, pesan moral dari kasus ini begitu jelas: narkoba tak pandang bulu, bisa menjebak siapa saja, bahkan mereka yang sudah pernah berjanji tak akan mengulanginya lagi.

Dunia hiburan kembali diuji oleh kasus ini — dan bagi Onadio, ini bisa jadi titik balik terpenting dalam hidupnya. Apakah ia akan bangkit dari keterpurukan dan kembali ke panggung dengan semangat baru, atau justru terpuruk lebih dalam akibat kesalahannya sendiri? Waktu yang akan menjawab.

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0