Israel Usir Perwakilan Belanda dari Badan Gaza, Netanyahu Murka soal Larangan Impor

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pengusiran perwakilan Belanda dari Pusat Dukungan Internasional untuk Gaza di Kiryat Gat. Langkah ini merupakan respons atas larangan Belanda terhadap produk dari permukiman ilegal Israel di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Dataran Tinggi Golan yang berlaku bulan depan. Perwakilan Belanda wajib meninggalkan Israel dalam sepekan.

Oct 1, 2026 - 04:02
Oct 1, 2026 - 04:02
 0
Israel Usir Perwakilan Belanda dari Badan Gaza, Netanyahu Murka soal Larangan Impor
Israel Usir Perwakilan Belanda dari Badan Gaza, Netanyahu Murka soal Larangan Impor

Pemerintah Israel memutuskan mengusir perwakilan Belanda dari Pusat Dukungan Internasional untuk Gaza yang berlokasi di Kiryat Gat. Keputusan ini diambil atas permintaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai respons terhadap kebijakan Amsterdam yang melarang impor produk dari permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar mengumumkan langsung langkah tersebut melalui media sosial X pada Selasa (25/8). Menurutnya, pengusiran dilakukan menyusul serangkaian tindakan yang dinilainya anti-Israel dari pemerintah Belanda.

Belanda sebelumnya menetapkan larangan perdagangan produk Israel yang berasal dari Yudea dan Samaria atau Tepi Barat, Yerusalem Timur, serta Dataran Tinggi Golan. Aturan itu ditetapkan pada akhir Juli lalu dan mulai berlaku bulan depan.

"Pesan kami jelas: Mereka yang bertindak melawan Israel tidak akan memiliki pijakan di wilayah ini. Israel tidak akan diam saja," ujar Sa'ar, seperti dikutip Middle East Monitor.

Sa'ar menambahkan pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada pemerintah Belanda terkait pengusiran tersebut. Perwakilan Belanda itu diwajibkan meninggalkan Israel dalam waktu satu pekan.

Pusat Dukungan Internasional untuk Gaza merupakan badan yang dibentuk oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM). Lembaga ini bertugas mengawasi pelaksanaan perjanjian gencatan senjata, memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan, dan merencanakan fase pascaperang.

Badan tersebut secara resmi dikenal sebagai Pusat Koordinasi Sipil-Militer. Sebanyak 40 negara dan organisasi tercatat berpartisipasi dalam lembaga ini.

Langkah Israel ini menandai eskalasi ketegangan diplomatik dengan Belanda di tengah upaya internasional menjaga kesepakatan gencatan senjata dan penyaluran bantuan ke Gaza.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0