Indonesia Kirim Duka Cita untuk Korban Banjir Bandang Nepal-China, 359 Tewas dan 900 Lebih Hilang

Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-China yang menewaskan 359 orang dan membuat lebih dari 900 lainnya hilang. Kemlu memastikan tidak ada WNI yang terdampak, dengan 45 WNI mayoritas berada di Kathmandu dan terus dipantau melalui koordinasi dengan berbagai pihak.

Oct 1, 2026 - 12:02
Oct 1, 2026 - 12:02
 0
Indonesia Kirim Duka Cita untuk Korban Banjir Bandang Nepal-China, 359 Tewas dan 900 Lebih Hilang
Indonesia Kirim Duka Cita untuk Korban Banjir Bandang Nepal-China, 359 Tewas dan 900 Lebih Hilang

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan rasa duka cita mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan perbatasan Nepal dan China. Bencana tersebut terjadi pada 26 Agustus 2026 dan berdampak pada wilayah Gyirong di Wilayah Otonomi Xizang, RRT, serta Distrik Rasuwa di Provinsi Bagmati, Nepal.

Pernyataan belasungkawa itu disampaikan Kemlu RI pada Kamis, 27 Agustus 2026. Indonesia tidak hanya menyampaikan simpati kepada pemerintah dan masyarakat kedua negara, tetapi juga menegaskan solidaritasnya, terutama bagi keluarga korban dan warga yang terdampak bencana.

Dalam pernyataannya, Kemlu RI berharap seluruh upaya pencarian dan penyelamatan, penanganan korban, serta pemulihan pascabencana yang sedang berjalan dapat berlangsung lancar dan efektif. Harapan itu disampaikan mengingat skala bencana yang cukup besar dan melibatkan dua negara.

Bencana yang menerjang perbatasan China-Nepal pada Rabu, 26 Agustus 2026, tercatat menyebabkan 359 orang meninggal dunia. Sementara itu, lebih dari 900 orang masih dinyatakan hilang. Mereka yang belum ditemukan mencakup warga dari sejumlah negara, termasuk India, Amerika Serikat, Kanada, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Australia.

Di kesempatan terpisah, juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl memastikan hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam bencana tersebut. Menurut catatan Kemlu, terdapat 45 WNI di Nepal, dengan mayoritas berdomisili di Kathmandu.

Nabyl menambahkan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi dengan agen perjalanan serta pemerintah Nepal dan China untuk memantau kondisi para WNI. Langkah ini dilakukan agar informasi terkait keselamatan warga Indonesia dapat terus diperbarui.

Kemlu juga mengimbau seluruh WNI di Nepal untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat. Jika terjadi kondisi darurat, warga Indonesia diminta segera menghubungi nomor hotline KBRI yang telah disediakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0