Hui Ka Yan Dihukum Seumur Hidup, Aset Rp35 Triliun Disita Negara

Taipan China pendiri Evergrande, Hui Ka Yan, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan denda US$2 miliar (Rp35 triliun) oleh pengadilan China. Ia terbukti bersalah atas delapan dakwaan, termasuk penipuan dan penyuapan. Seluruh aset pribadinya disita. Lima eksekutif Evergrande lainnya juga dipenjara 6-18 tahun. Kasus ini berawal dari gagal bayar utang Evergrande yang memicu krisis properti di China.

Sep 03, 2026 - 00:53
Updated: 2 months ago
0
Hui Ka Yan Dihukum Seumur Hidup, Aset Rp35 Triliun Disita Negara
Hui Ka Yan Dihukum Seumur Hidup, Aset Rp35 Triliun Disita Negara

Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan China menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Hui Ka Yan, pendiri raksasa properti Evergrande Group. Selain itu, ia juga diwajibkan membayar denda sebesar US$2 miliar atau setara Rp35 triliun. Vonis ini dibacakan pada Kamis (20/8), tepat lima tahun setelah kejatuhan Evergrande mengguncang perekonomian dan pasar keuangan China.

Hui, yang pernah dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di Asia, mengakui bersalah atas delapan dakwaan berat dalam persidangan pada April 2026. Dakwaan tersebut meliputi penyalahgunaan dana, penipuan penggalangan dana, penghimpunan dana publik secara ilegal, penyaluran pinjaman ilegal, penerbitan sekuritas palsu, serta penyuapan.

Majelis hakim juga memerintahkan penyitaan seluruh aset pribadi konglomerat berusia 67 tahun itu. Dalam pernyataannya, hakim menegaskan bahwa tindakan kriminal Evergrande Group, Hengda Real Estate, dan Hui Ka Yan melibatkan jumlah dana yang sangat besar, menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan dan dampak sosial yang serius, sehingga harus dihukum berat.

Tidak hanya Hui, lima eksekutif senior Evergrande lainnya juga dijatuhi hukuman penjara antara enam hingga 18 tahun. Media pemerintah China, CCTV, melaporkan total 56 orang yang terkait dengan skandal Evergrande menerima vonis pada hari yang sama.

Kasus Evergrande memicu protes publik setelah perusahaan gagal membayar produk manajemen kekayaan senilai miliaran dolar. Banyak investor ritel, terutama dari kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, kehilangan tabungan mereka. Seorang warga menulis di media sosial, "Semua rakyat biasa yang harus menanggung akibatnya," sementara korban lainnya mempertanyakan, "Apakah hukuman penjara ini bisa mengembalikan uang kami?"

Hui mendirikan Evergrande pada 1996 dan mengembangkannya menjadi properti terbesar di China melalui strategi ekspansi agresif dengan utang. Pada 2017, Forbes mencatat kekayaan bersih Hui mencapai US$45,3 miliar. Namun, strategi tersebut membuat Evergrande gagal membayar kewajiban utangnya yang membengkak hingga sekitar US$300 miliar.

Kondisi Evergrande terus memburuk hingga pengadilan Hong Kong memerintahkan likuidasi perusahaan pada 2024, dan sahamnya resmi dihapus dari bursa. Runtuhnya Evergrande pada 2021 menjadi salah satu pemicu utama krisis berkepanjangan di sektor properti China, dengan dampak yang meluas mulai dari investor obligasi global hingga perbankan domestik yang harus menanggung kerugian miliaran dolar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User