Gubernur Sumbar Kepincut SEPABLOCK di Festival Literasi 2026, Inovasi Konstruksi Tanpa Pembakaran

Festival Literasi Sumbar 2026 tidak hanya soal buku, tetapi juga menampilkan SEPABLOCK, inovasi bata interlock PT Semen Padang. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyambangi stan dan menggali informasi soal keunggulan produk. SEPABLOCK diklaim hemat biaya hingga 10 persen, ramah lingkungan, dan Dinas Perkimtan Sumbar berencana menggunakannya untuk perbaikan rumah korban bencana pada 2027.

Oct 1, 2026 - 16:03
Oct 1, 2026 - 16:03
 0
Gubernur Sumbar Kepincut SEPABLOCK di Festival Literasi 2026, Inovasi Konstruksi Tanpa Pembakaran
Gubernur Sumbar Kepincut SEPABLOCK di Festival Literasi 2026, Inovasi Konstruksi Tanpa Pembakaran

Festival Literasi Sumbar 2026 yang digelar di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat pada 8-11 September 2026 tidak hanya menyajikan buku dan aktivitas membaca. Ajang bertema "Peranan Literasi dalam Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya" itu juga menampilkan inovasi teknologi konstruksi dari PT Semen Padang, yakni SEPABLOCK atau Semen Padang Bata Interlock.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Bunda Literasi Provinsi Sumbar Harneli Bahar menyambangi stan pameran SEPABLOCK pada Selasa (8/9/2026). Mahyeldi tampak antusias menggali informasi mengenai produk inovasi tersebut, mulai dari keunggulan, proses pemasangan, hingga pemanfaatannya sebagai material konstruksi untuk pembangunan hunian.

Didampingi Staf Sekretariat dan Protokoler PT Semen Padang Fadlan Maulana, Mahyeldi mengamati langsung maket instalasi SEPABLOCK dan mendengarkan penjelasan mengenai sistem interlock yang menjadi karakteristik utama produk. Diskusi juga mencakup efisiensi waktu dan biaya pembangunan serta aspek ramah lingkungan SEPABLOCK. Mahyeldi disebut puas dengan penjelasan tim SEPABLOCK PT Semen Padang.

Saat membuka festival, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan, termasuk PT Semen Padang. Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga memahami, mengolah, dan menggunakan informasi, baik terkait ilmu pengetahuan, budaya, maupun lingkungan sekitar. Literasi harus mendorong masyarakat memahami informasi dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, keikutsertaan perusahaan dalam Festival Literasi Sumbar 2026 merupakan bagian dari komitmen mendekatkan inovasi kepada masyarakat. "Alhamdulillah, respons pengunjung sangat positif. Banyak yang penasaran dengan cara pemasangan, bahan baku, hingga keunggulan dibanding bata merah. Ini membuktikan masyarakat semakin terbuka terhadap inovasi konstruksi," ujarnya.

Win menegaskan, literasi tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga literasi teknologi dan inovasi. Melalui SEPABLOCK, pihaknya ingin mengajak masyarakat lebih peka terhadap produk konstruksi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkualitas. Pemanfaatan SEPABLOCK juga disebut sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya agenda pembangunan infrastruktur dan penyediaan perumahan rakyat yang berkualitas serta berkelanjutan, sekaligus mendukung program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di sektor perumahan rakyat dan pengembangan kawasan.

Kepala Unit Produksi BIP dan Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menjelaskan, SEPABLOCK menawarkan keunggulan dari sisi kecepatan, efisiensi biaya, estetika, dan ramah lingkungan. "SEPABLOCK memiliki bentuk presisi, pemasangan lebih cepat, hasil estetik, dan mampu menekan biaya pembangunan hingga 10 persen," ujar Yelmi. Untuk rumah tipe 36, pembangunan dapat diselesaikan sekitar tiga minggu dengan kebutuhan sekitar 4.000 keping SEPABLOCK, 35 zak semen, dan 60 batang besi ukuran 10 milimeter.

SEPABLOCK tidak melalui proses pembakaran seperti bata merah sehingga lebih ramah lingkungan. Bentuknya yang presisi membuat dinding tampak rapi dan dapat digunakan tanpa plester sesuai konsep bangunan, sementara rongga pada bata membantu mengurangi panas yang masuk ke ruangan. Produk ini juga telah melalui cyclic atau lateral load test Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai bagian dari pengujian terhadap beban lateral.

Ketertarikan terhadap SEPABLOCK datang dari pengunjung stan. Rima Senditya Gewe dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sumbar menilai produk tersebut lebih hemat biaya dan lebih kokoh dibanding bata biasa. Ia menyebut Dinas Perkimtan Sumbar berencana menggunakan SEPABLOCK untuk kegiatan pada 2027, termasuk perbaikan rumah korban bencana jika lulus dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Pengunjung lain, Busnaidi dari Dinas Sosial Provinsi Sumbar, juga mengaku tertarik dan berencana menggunakan SEPABLOCK jika membangun rumah. Melalui partisipasi dalam festival ini, PT Semen Padang tidak hanya memperkenalkan produk inovasi, tetapi juga membuka ruang edukasi publik mengenai perkembangan teknologi konstruksi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0