Erupsi Dahsyat Lewotobi 18 km! Bahaya Abu dan Dampaknya
Gunung Lewotobi Laki‑laki erupsi tinggi, kolom abu 18 km, status Level IV, waspada banjir lahar dan gangguan penerbangan.
Lewotobi Laki‑Laki Meletus Hebat: Abu Vulkanik 18 km, Warga Waspada
Flores Timur, NTT – Gunung Lewotobi Laki‑Laki di Kabupaten Flores Timur kembali menunjukkan taringnya dengan erupsi luar biasa pada Sabtu dini hari, 2 Agustus 2025. Letusan yang terjadi pukul 01.05 WITA menghasilkan kolom abu yang menjulang setinggi 18.000 meter di atas puncak atau sekitar 19.584 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam terlihat sangat pekat dan menyebar ke arah barat daya, barat, hingga barat laut.
Petugas Pos Pengamat Gunung Api, Emanuel Rofinus Bere, menjelaskan bahwa erupsi juga disertai suara gemuruh dan dentuman keras yang terdengar hingga ke Pos PGA Lewotobi. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 47,3 mm, dan durasi letusan sekitar 6 menit 26 detik.
Aktivitas Vulkanik Intens di Fase Awal Pagi
Antara pukul 00.00–06.00 WITA hari itu, PVMBG mencatat berbagai gempa vulkanik: tiga kali gempa guguran, delapan kali embusan, enam kali gempa frekuensi rendah, 58 kali gempa vulkanik dalam, dan empat gempa tektonik lokal. Secara visual, asap kawah yang berwarna putih muncul dengan tekanan rendah dan tinggi mencapai 500–700 meter di atas puncak. Sinar api terlihat di puncak, menambah kesan dramatis letusan kali ini.
Status Awas Level IV Tetap Berlaku
Sejak erupsi besar pada 17 Juni 2025, status Gunung Lewotobi telah dinaikkan ke Level IV (Awas). Kenaikan status ini didasarkan pada peningkatan gempa, deformasi kawah, dan aktivitas vulkanik lainnya yang signifikan. Dalam rentang tanggal tersebut, tercatat minimal enam erupsi dengan emisi abu yang bervariasi tinggi dan arah guguran material vulkanik hingga ke arah utara sejauh 2.000 meter dari puncak.
Dampak Letusan Sebelumnya dan Kondisi Sekarang
Tak hanya erupsi kali ini, terjadi pula insiden besar pada tanggal 7 Juli 2025, di mana kolom abu mencapai 18 km dengan arus piroklastik menjalar hingga 5 km ke lereng gunung. Letusan tersebut sempat menyebabkan pembatalan puluhan penerbangan dari dan ke Bali, memicu peringatan penerbangan darurat (red alert), dan menutup zona aman radius 6–7 km dari kawah.
Erupsi pada 17 Juni 2025 juga memproduksi abu hingga 10 km tinggi kolom dan langsung menaikkan status gunung ke Level IV, disertai evakuasi dan imbauan agar warga menjauhi radius 7–8 km dari kawah.
Evakuasi, Penerbangan Terganggu, dan Ancaman Banjir Lahar
Penerbangan ke tiga bandara di Flores terpaksa dibatalkan karena abu vulkanik dari Lewotobi hingga mengganggu penerbangan komersial. Selain itu, warga yang tinggal di radius rawan dihimbau untuk memakai masker dan waspada potensi hujan abu dan lahar ketika hujan lebat turun .
Bagian utara kawah sempat mengalami perubahan morfologi dengan terbongkarnya tebing kawah, sementara lava dan material lain terlihat menumpuk di dalam kawah seluas sekitar 200 × 150 meter .
Menjaga Keselamatan Warga dan Sistem Pemantauan
Badan Geologi telah menerjunkan Tim Tanggap Darurat untuk memberikan bantuan teknis, validasi data seismic dan visual secara real time, serta rekomendasi mitigasi berbasis data instrumentasi dan pengamatan lapangan. Peningkatan kesiapsiagaan warga diarahkan ke desa-desa seperti Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya hingga Nurabelen yang berada di aliran sungai kawah rentan lahar.
Simpulan: Ancaman Nyata, Waspada Terus Ditingkatkan
Erupsi 2 Agustus ini menegaskan bahwa aktivitas Gunung Lewotobi Laki‑Laki masih sangat tinggi. Dengan status Level IV, waspada terhadap potensi hujan abu, lahar, serta gangguan penerbangan harus tetap menjadi prioritas. Informasi yang terus diperbarui dari PVMBG menjadi kunci bagi warga dan pihak berwenang untuk mengambil langkah aman dan preventif.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0