Banjir Lahar Gunung Lewotobi Lumpuhkan Akses Utama! Warga Panik

Aliran lahar dingin Gunung Lewotobi menutup jalan nasional di Flores Timur, membahayakan pengguna jalan dan infrastruktur penting.

Aug 3, 2025 - 00:46
 0
Banjir Lahar Gunung Lewotobi Lumpuhkan Akses Utama! Warga Panik
Foto: Banjar lahar hujan terjang jalan Trans Larantuka-Sikka, Selasa (29/7/2025). (Polres Flores Timur)

Banjir Lahar Gunung Lewotobi Laki-Laki: Jalan Trans Larantuka-Sikka Lumpuh, Warga Diimbau Waspada

Flores Timur, Nusa Tenggara Timur — Bencana geologi kembali menghantui warga di kawasan kaki Gunung Lewotobi Laki-laki. Letusan gunung api yang aktif tersebut kini menyisakan ancaman baru, yaitu banjir lahar dingin. Pada Selasa, 29 Juli 2025, aliran lahar dingin membawa lumpur dan material vulkanik lainnya menyapu ruas jalan nasional Trans Larantuka-Sikka, tepatnya di Desa Dulipali, Flores Timur.

Banjir lahar ini bukan hanya mencemaskan warga setempat, tetapi juga mengganggu jalur transportasi utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Flores. Volume lumpur yang cukup besar menimbun jalan sepanjang 200 meter, dengan ketinggian lumpur mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Akibatnya, lalu lintas lumpuh dan potensi kecelakaan meningkat drastis.

Polisi: "Pengendara Harap Tunda Perjalanan ke Maumere"

Kasat Lantas Polres Flores Timur, Iptu Agus Heriawan, menegaskan bahwa kondisi di lapangan sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor dan mobil dengan ground clearance rendah seperti sedan. Ia menyarankan agar pengemudi yang hendak bepergian ke arah Maumere, Kabupaten Sikka, sebaiknya menunda rencana perjalanan mereka.

"Lumpur erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah menutup jalan sepanjang 200 meter di Dulipali. Ketinggiannya mencapai 30 sentimeter, cukup untuk membuat kendaraan, terutama roda dua, mogok," ujar Agus.

Ia juga menambahkan bahwa jika situasi tidak memungkinkan, sebaiknya pengemudi memilih jalur alternatif atau menunggu hingga kondisi benar-benar aman untuk dilalui.

Pos Pengamatan Gunung: Getaran Lahar Terpantau dari Alat Seismograf

Peringatan lebih lanjut datang dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki. Herman Yosep Mboro, salah satu petugas di pos tersebut, menyampaikan bahwa alat pemantau mencatat adanya dua kali getaran yang mengindikasikan aktivitas lahar. Amplitudo tercatat berkisar antara 29,6 hingga 37 milimeter, dengan durasi antara 1.694 hingga 2.471 detik.

"Perlu diwaspadai, saat ini masih banyak material hasil erupsi yang tersimpan di sekitar puncak gunung. Ketika hujan turun, material tersebut dapat terbawa air dan berubah menjadi banjir lahar hujan yang mematikan," terang Herman.

Menurutnya, wilayah yang paling berisiko adalah sepanjang jalur dari Desa Nobo-Boru hingga Nobo-Nurabelen, serta dari arah Nawokote ke Tabanan. Warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur-jalur tersebut diminta untuk tetap waspada dan siap siaga.

PVMBG: Lahar Bisa Hancurkan Infrastruktur dan Timbulkan Korban Jiwa

Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Geologi Wilayah NTT-NTB dari PVMBG, Zakarias Ghele Radja Arios, memberikan penjelasan rinci mengenai potensi dampak dari banjir lahar dingin. Menurutnya, banjir ini bukan hanya membawa lumpur dan air, tetapi juga puing-puing padat berupa batu besar, abu vulkanik, serta sisa-sisa erupsi lainnya.

"Banjir lahar bisa merusak apa saja yang ada di jalurnya. Rumah warga, jembatan, bangunan umum, bahkan lahan pertanian bisa rusak total. Selain itu, lahar juga bisa menyumbat sungai, menyebabkan pendangkalan, dan akhirnya memicu banjir besar di wilayah hilir," jelas Arios.

Lebih dari itu, aliran lahar yang deras dan cepat berpotensi menyebabkan korban jiwa, luka berat, serta kehilangan harta benda. Oleh karena itu, pihak PVMBG mendesak agar seluruh pihak mengambil tindakan pencegahan dan evakuasi dini jika diperlukan.

Rekaman Video: Kendaraan Terseret, Warga Panik

Berbagai video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik dramatis saat banjir lahar dingin menerjang jalan dan menyeret beberapa kendaraan. Beberapa warga terlihat berupaya menarik kendaraan kembali ke tempat yang aman, sementara yang lain tampak kebingungan dan panik melihat derasnya aliran material vulkanik yang bercampur air.

Video tersebut memperlihatkan betapa dahsyatnya kekuatan lahar yang mampu menyeret mobil dan motor tanpa ampun. Situasi ini memperkuat urgensi dari peringatan pihak berwenang agar masyarakat tidak menyepelekan kondisi alam yang sedang tidak stabil.

Ancaman Berlanjut: Gunung Lewotobi Masih Aktif

Meskipun tidak meletus dalam beberapa jam terakhir, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada level siaga. Erupsi yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya telah menghasilkan tumpukan material vulkanik di sekitar puncak dan lereng gunung. Hal ini memperbesar kemungkinan lahar dingin terbentuk kembali ketika hujan deras turun.

Warga di sekitar lereng gunung, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai atau jalur lahar, diimbau untuk mengikuti arahan dari petugas pos pengamatan serta BPBD setempat. Peralatan darurat, jalur evakuasi, dan tempat penampungan sementara perlu disiapkan sejak dini guna menghindari kerugian lebih besar.

Penutupan Jalan dan Dampaknya ke Ekonomi Lokal

Penutupan sementara ruas jalan nasional akibat banjir lahar juga berdampak besar terhadap kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Banyak kendaraan logistik yang terpaksa berhenti di tengah jalan, menyebabkan distribusi barang terganggu. Pelaku usaha kecil yang mengandalkan jalur ini pun ikut merasakan dampaknya.

Pasar-pasar tradisional yang biasanya ramai pada hari-hari tertentu kini sepi karena barang dagangan dari luar daerah tidak bisa masuk. Selain itu, sekolah-sekolah dan aktivitas pemerintahan yang memerlukan perjalanan antarkabupaten juga terganggu karena kondisi jalan yang tidak bisa dilalui.

Langkah Antisipasi dan Tindakan Cepat

Pemerintah daerah bersama dengan instansi terkait seperti BPBD, TNI, Polri, dan relawan kebencanaan telah mulai menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Alat berat dikerahkan untuk membantu membersihkan lumpur dan material vulkanik yang menimbun jalan, sementara sistem informasi darurat disiapkan untuk menyebarluaskan update situasi kepada masyarakat.

Warga juga diajak untuk melapor jika melihat tanda-tanda aliran lahar susulan atau aktivitas vulkanik lain yang mencurigakan. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mempercepat respons darurat dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Kesimpulan

Bencana banjir lahar dingin dari Gunung Lewotobi Laki-laki menjadi pengingat nyata akan besarnya kekuatan alam dan perlunya kesiapsiagaan. Meskipun tidak selalu disertai letusan, sisa erupsi dari gunung api dapat berubah menjadi ancaman serius ketika faktor cuaca seperti hujan ikut berperan.

Warga di Flores Timur dan sekitarnya diminta tetap waspada, memantau informasi resmi, serta segera mengambil langkah evakuasi bila diperlukan. Jalan Trans Larantuka-Sikka mungkin bisa dibuka kembali, tetapi kewaspadaan harus terus dijaga hingga situasi benar-benar stabil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0