Ekonom Bank Permata Tekankan BI Tak Boleh Tersubordinasi Meski Sinergi dengan Pemerintah Menguat

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menegaskan sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah tidak berarti bank sentral berada dalam posisi subordinasi. Ia menilai bauran kebijakan membuat BI lebih lentur merespons ekonomi, namun ruang penurunan suku bunga masih terbatas akibat defisit transaksi berjalan dan ekspektasi kenaikan bunga The Fed.

Sep 30, 2026 - 20:02
Sep 30, 2026 - 20:02
 0
Ekonom Bank Permata Tekankan BI Tak Boleh Tersubordinasi Meski Sinergi dengan Pemerintah Menguat
Ekonom Bank Permata Tekankan BI Tak Boleh Tersubordinasi Meski Sinergi dengan Pemerintah Menguat

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengingatkan agar Bank Indonesia tetap memegang teguh independensinya di tengah penguatan sinergi dengan pemerintah. Menurutnya, kerja sama kebijakan antara bank sentral dan pemerintah tidak lantas menempatkan BI pada posisi subordinasi atau berada di bawah pihak lain.

"Saya tetap melihat bahwa Bu Destry tetap mengedepankan independensi dari Bank Indonesia. Artinya, sekalipun sinergi itu kan belum berarti harus subordinasi," ujar Josua saat ditemui di Kementerian Keuangan Jakarta Pusat, Rabu (26/8).

Josua menjelaskan, sinergi kebijakan antara BI dan pemerintah tetap berjalan dalam posisi sejajar. Salah satu faktor yang membuat hal itu memungkinkan adalah bauran kebijakan yang dimiliki BI. Dengan instrumen tersebut, BI dapat menjalankan kebijakan moneter sekaligus memanfaatkan kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, dan pendalaman pasar keuangan.

Menurut Josua, kombinasi itu menjadi pembeda BI dan membuat bank sentral lebih fleksibel dalam merespons dinamika ekonomi. "Di sinilah yang menjadi satu diferensiasi dari Bank Indonesia di mana bauran kebijakan ini membuat Bank Indonesia jadi bisa lebih lentur," katanya.

Meski demikian, ia menekankan fleksibilitas tersebut tetap harus mempertimbangkan stabilitas rupiah. Josua menyoroti kondisi defisit transaksi berjalan atau current account deficit yang berada di kisaran 3 persen dan disebut sebagai yang terendah sejak 2018. Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada tahun depan juga perlu dicermati.

"Artinya BI pun juga ruang penurunan suku bunga BI pun juga di jangka pendek ini masih tetap terbatas," tutur Josua.

Josua berharap hasil fit and proper test Destry Damayanti nantinya tetap menjaga independensi BI sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah. Menurutnya, penguatan koordinasi itu dapat dilakukan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). "Harapannya independensi BI tetap dijaga. Kedua, tadi adalah koordinasi sinergi dengan pemerintah akan lebih diperkuat lagi, harapannya di dalam KSSK ini akan lebih mempertebal tadi lagi koordinasi kebijakan," terangnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan fiskal dan moneter. Reformasi struktural di kementerian dan lembaga (K/L) dinilai sama pentingnya untuk dijalankan. Josua berharap dengan calon-calon Anggota Dewan Gubernur BI yang baru, koordinasi dalam KSSK dapat semakin membaik.

Sebelumnya, Calon Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti memaparkan lima inisiatif strategis yang akan menjadi jurusnya dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Hal itu disampaikan Destry dalam Rapat Calon Gubernur Bank Indonesia bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (26/8), dengan mengusung tema "Bank Indonesia: Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia: Stabilitas, Tumbuh dan Berkelanjutan".

Destry menyatakan visinya menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons tantangan serta kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. "3 visi dan 5 strategi yang kami anggap penting untuk menjaga stabilitas, mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," ungkap Destry. Ia menegaskan keberhasilan BI tidak dapat dicapai sendiri, melainkan memerlukan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan serta penerjemahan program nyata yang selaras dengan visi ASA CITA. "Keberhasilan Bank Indonesia tidak ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, melainkan oleh kemampuan membangun Sinergi Merah Putih bersama para pemangku kepentingan," jelas Destry.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0