Edit Foto Siswi Pakai AI, Siswa SMP di Jakarta Timur Malah Jadi Korban Penganiayaan
Seorang siswa SMP negeri di Jakarta Timur diduga dianiaya teman-temannya setelah ketahuan mengedit foto sejumlah siswi menjadi foto vulgar menggunakan teknologi AI. Penganiayaan terjadi dua hari berturut-turut di Kayu Putih, melibatkan ancaman senjata tajam. Polisi masih mendalami kasus dan memastikan apakah para siswi korban pengeditan foto telah melapor.
Seorang pelajar SMP negeri di Jakarta Timur dilaporkan menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh teman-temannya sendiri. Pemicunya, korban sebelumnya ketahuan mengedit foto sejumlah siswi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI hingga menghasilkan gambar bernuansa vulgar.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, justru terduga pelaku yang membuat atau mengedit foto rekan-rekannya itu yang melaporkan kasus penganiayaan yang menimpanya.
Berdasarkan keterangan orang tua korban, rangkaian dugaan penganiayaan terjadi pada Selasa (15/9) hingga Rabu (16/9) 2026, sekitar pukul 11.00 WIB atau setelah jam sekolah usai. Pada hari pertama, korban diminta datang ke sebuah warung di samping SD 01 Kayu Putih, Jakarta Timur.
Setelah tiba di lokasi, korban dibawa menggunakan sepeda motor menuju sebuah rumah kosong di Jalan Tiner, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung. Di tempat itu, korban diduga menjadi sasaran kekerasan sejumlah pelaku. "Setelah di rumah kosong korban dipukul bagian hidung, telinga, kepala, dan dada korban ditendang oleh beberapa pelaku. Dan salah satu pelaku mengancam menggunakan senjata tajam katana atau samurai," ujar Made.
Kekerasan berlanjut keesokan harinya. Pada Rabu (16/9), korban kembali dipaksa mendatangi warung di sekitar SD 01 Kayu Putih sebelum dibawa dengan sepeda motor ke kawasan Waduk Ria Rio, Kayu Putih, Jakarta Timur. Di sana, korban kembali mengalami penganiayaan.
"Kemudian setiba di waduk korban dipukul bagian kepala, digampar di bagian telinga kanan dan kiri, kemudian bagian perut korban beberapa kali ditendang oleh beberapa pelaku," jelas Made.
Made mengungkapkan bahwa dugaan penganiayaan ini bermula dari perbuatan korban yang mengedit foto sejumlah siswi menjadi foto vulgar dengan teknologi AI. Teman-teman para siswi yang mengetahui hal tersebut merasa tidak terima dan akhirnya melakukan kekerasan fisik terhadap korban.
"Lalu teman-teman siswa tersebut tidak terima, sehingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban. Jadi yang melakukan penganiayaan teman-teman para korban karena kesal sudah mengedit foto para korban," kata Made.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan. Polisi juga masih memastikan apakah para siswi yang fotonya diedit telah membuat laporan resmi atau belum. "Iya betul, namun saya saat ini masih menanyakan apakah para korban sudah membuat laporan atau belum," pungkas Made.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0