Danau Raksasa di Nepal Terancam Jebol, China Peringatkan Banjir Susulan Tiga Hari ke Depan
Kementerian Sumber Daya Air China memperingatkan potensi banjir susulan dalam tiga hari ke depan setelah banjir bandang dan longsor menerjang perbatasan China-Nepal. Sebuah bendungan besar terbentuk di Nepal dekat pertemuan Sungai Chhochen Khola dan Purepu Tsangpo, dengan volume air yang diperkirakan naik dari 2 juta menjadi 3 juta meter kubik sehingga risiko jebol meningkat. Otoritas Nepal mencatat 392 orang tewas dan lebih dari 1.400 warga masih hilang.
Kementerian Sumber Daya Air China mengeluarkan peringatan serius soal ancaman banjir susulan yang berpotensi melanda wilayah perbatasan China dan Nepal dalam tiga hari ke depan. Peringatan ini menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang sudah lebih dulu menerjang kawasan tersebut.
Menurut kementerian, sebuah bendungan besar terbentuk di wilayah Nepal, tepatnya di dekat pertemuan Sungai Chhochen Khola dan Purepu Tsangpo. Kedua sungai itu berhulu di Tibet dan bertemu sebelum alirannya melewati perbatasan menuju Nepal. Di Nepal, aliran tersebut dikenal sebagai Sungai Bhotekoshi, yang menjadi anak sungai utama bagi Sungai Trishuli.
Dalam pernyataan resminya, kementerian menyebut danau yang terbentuk akibat bendungan alami itu sudah meluap dan berisiko jebol dalam hitungan hari. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena volume airnya terus bertambah seiring waktu.
Data per Kamis (27/8) pagi menunjukkan volume air di danau tersebut telah mencapai 2 juta meter kubik dan sudah meluap. Kementerian memprediksi volume air akan terus meningkat hingga mencapai 3 juta meter kubik dalam tiga hari ke depan. Jika prediksi itu terwujud, risiko danau jebol menjadi sangat besar.
Kementerian Sumber Daya Air China menyatakan terus memantau perkembangan situasi secara cermat. Berbagai langkah antisipasi dilakukan, termasuk simulasi dan analisis banjir, guna mempersiapkan diri menghadapi potensi banjir susulan, sebagaimana dikutip Global Times.
Peringatan tersebut muncul bersamaan dengan bencana banjir dan longsor yang menerjang perbatasan China-Nepal pada Rabu. Bencana ini telah menimbulkan dampak besar bagi warga di kedua sisi perbatasan.
Otoritas Nepal melaporkan bahwa hingga Jumat (28/8), sebanyak 392 orang tercatat tewas akibat bencana tersebut. Selain itu, lebih dari 1.400 warga masih dinyatakan hilang dan hingga kini belum ditemukan.
Mereka yang hilang tidak hanya warga Nepal, tetapi juga mencakup warga negara asing dari berbagai negara, termasuk India, Amerika Serikat, Kanada, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Australia. Situasi ini membuat operasi pencarian dan penyelamatan menjadi perhatian internasional.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0