BMKG: Indonesia Masuk Fase El Nino Kuat, Waspada Kekeringan dan Karhutla

BMKG menyatakan Indonesia telah memasuki fase El Nino kuat dengan Indeks Nino 3.4 +2,26 dan SOI -28,2. Fenomena ini berpotensi menghambat pembentukan awan hujan dan menurunkan curah hujan. BMKG fokus pada pengisian waduk dan pencegahan karhutla melalui modifikasi cuaca. BRIN memprediksi El Nino tahun ini lebih kuat dari 2023 dan berpotensi menjadi super, dengan dampak lebih parah.

Aug 11, 2026 - 01:17
Aug 11, 2026 - 01:17
 0
BMKG: Indonesia Masuk Fase El Nino Kuat, Waspada Kekeringan dan Karhutla
BMKG: Indonesia Masuk Fase El Nino Kuat, Waspada Kekeringan dan Karhutla

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini telah memasuki fase El Nino kuat. Pernyataan tersebut disampaikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (28/7). Berdasarkan catatan BMKG, Indeks Nino 3.4 dasarian tercatat sebesar +2,26, sementara Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2. Kedua indikator tersebut mengindikasikan El Nino dengan intensitas kuat yang berpotensi semakin menguat pada tahun ini.

Kondisi El Nino ini dapat menghambat proses pembentukan awan hujan dan memperkuat kecenderungan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) juga mencatat penguatan El Nino selama sebulan terakhir, ditandai dengan suhu permukaan laut yang melonjak lebih dari +1,0°C di atas normal di sebagian besar Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur. NOAA menambahkan bahwa suhu di bawah permukaan laut juga meningkat akibat gelombang Kelvin yang memperdalam termoklin.

NOAA memprediksi El Nino akan terus berlanjut dan menguat hingga akhir tahun, dengan probabilitas 97 persen fenomena ini berlangsung hingga awal musim semi 2027. Menghadapi situasi ini, BMKG menyiapkan dua fokus utama, yaitu menjaga ketersediaan air melalui waduk dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operasi modifikasi cuaca akan dilakukan bersama instansi terkait untuk meningkatkan cadangan air di waduk dan membasahi lahan gambut yang rawan terbakar.

Enam provinsi menjadi fokus utama pencegahan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Operasi modifikasi cuaca dilakukan secara berkala untuk menjenuhkan tanah gambut di wilayah-wilayah tersebut agar tidak mudah terbakar. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak kekeringan dan kebakaran yang sering terjadi saat El Nino.

Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi El Nino tahun ini akan lebih kuat dibandingkan fenomena 2023, bahkan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah. Profesor riset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menyebut bahwa suhu maksimum El Nino 2023 hanya 1,6 derajat Celsius, sedangkan pantauan satelit saat ini sudah mencapai 1,74 derajat Celsius dan masih terus meningkat. Diprediksi pada Agustus suhu akan melampaui ambang batas 2 derajat Celsius, yang dikategorikan sebagai El Nino super.

El Nino super sebelumnya pernah terjadi pada 1997 dan 2015, namun tahun ini diprediksi lebih kuat dari kedua peristiwa tersebut. Erma menegaskan bahwa dampak El Nino 2026 akan lebih parah dibandingkan 2023 karena intensitasnya sudah lebih tinggi sejak awal. Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi potensi kekeringan, gagal panen, dan karhutla yang lebih luas, serta mendukung upaya pemerintah dalam mitigasi bencana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0