BMKG Bantah Ramalan Gempa M9 di Indonesia, Sebut Prediksi Itu Sekadar Kebetulan

BMKG merespons video viral yang menyebut Indonesia akan dihantam gempa M9. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menegaskan gempa belum bisa diprediksi secara tepat, dan ramalan yang kebetulan tepat hanya bersifat kebetulan. Indonesia rata-rata mengalami dua gempa besar per tahun.

Oct 4, 2026 - 00:01
Oct 4, 2026 - 00:01
 0
BMKG Bantah Ramalan Gempa M9 di Indonesia, Sebut Prediksi Itu Sekadar Kebetulan
BMKG Bantah Ramalan Gempa M9 di Indonesia, Sebut Prediksi Itu Sekadar Kebetulan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara menanggapi video viral yang menyebut Indonesia akan dilanda gempa bumi berkekuatan M9. Dalam video tersebut, seorang pria asal Kanada bernama Frankie MacDonald yang dikenal sebagai pengamat cuaca amatir memprediksi Indonesia akan dihantam gempa berkekuatan M7 hingga M9.

Menanggapi hal itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menegaskan bahwa gempa tidak dapat diprediksi secara tepat, baik waktu maupun lokasinya. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.

"Indonesia adalah daerah rawan gempa, gempa dapat terjadi kapan saja, gempa belum dapat diprediksi kapan dan di mana akan terjadi secara tepat. Masyarakat Indonesia diimbau agar tetap tenang dan waspada serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial," ujar Wijayanto kepada wartawan, Selasa (8/9).

Wijayanto menjelaskan bahwa wilayah Indonesia memang terletak di zona rawan gempa. Ancaman gempa bisa berasal dari sumber megathrust maupun sesar aktif. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi gempa secara tepat, baik dari sisi waktu maupun lokasi.

"Wilayah Indonesia terletak di daerah yang rawan gempa, sudah berkali-kali juga kita sosialisasikan, ada ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif. Namun kapan dan di mana secara pasti tidak bisa dipastikan. Belum ada teknologi yang memprediksi gempa secara tepat waktu dan lokasinya," jelasnya.

Menurut Wijayanto, ramalan gempa yang kebetulan tepat dengan suatu peristiwa hanyalah sebuah kebetulan semata. Ia memaparkan bahwa secara rata-rata Indonesia mengalami dua kali gempa besar per tahun. Bahkan hingga Agustus 2026, sudah tercatat dua gempa dengan magnitudo di atas 7,0, yakni di Flores dan Maluku Utara.

"Ramalan itu kebetulan saja. Secara rata-rata di Indonesia terjadi 2 kali gempa per tahun dengan magnitudo M >7,0, bahkan di 2026 sampai Agustus ini sudah ada 2x gempa M>7,0 (Flores, Malut)," tuturnya.

Dengan penjelasan tersebut, BMKG berharap masyarakat tetap tenang dan waspada, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak memiliki dasar ilmiah. Masyarakat diminta untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari BMKG terkait potensi gempa dan tsunami di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0