15 Tahun Pimpin Apple, Tim Cook Tinggalkan Warisan Saham Melonjak 2.000 Persen
Tim Cook resmi melepas jabatan CEO Apple setelah 15 tahun memimpin. Di bawah kepemimpinannya, saham Apple melonjak lebih dari 2.000 persen dan iPhone menjadi perangkat penting dalam kehidupan sehari-hari. Para pengamat menilai pendekatan tenang dan kemampuan negosiasinya membantu Apple bertahan di tengah ketegangan AS-China, meski kini perusahaan menghadapi tantangan di sektor AI.
Tim Cook resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO Apple setelah memimpin perusahaan teknologi raksasa itu sejak 2011. Selama kurang lebih 15 tahun berada di kursi puncak, Cook disebut berhasil membawa Apple menuju masa kejayaannya, menggantikan pendiri Apple, Steve Jobs.
Salah satu capaian paling menonjol di era kepemimpinan Cook adalah lonjakan harga saham Apple yang tercatat lebih dari 2.000 persen. Berbagai teknologi yang dirintis pada masanya juga membuat iPhone semakin melekat dan terasa penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
David Yoffie, profesor di Harvard Business School yang menulis studi kasus tentang Apple dan Tim Cook, menilai pencapaian tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Menurutnya, Cook berhasil meningkatkan skala iPhone ke level yang tidak pernah terpikirkan oleh siapa pun dalam jangka waktu tersebut.
Ron Johnson, yang mengawasi operasi ritel Apple pada 2000 hingga 2011, mengenang Cook saat masih menjabat sebagai kepala operasional perusahaan sebagai sosok yang cerdas dan strategis dalam pertemuan mingguan bersama Jobs dan tim eksekutif. Johnson menyebut Cook mungkin merupakan anggota tim eksekutif yang paling bijaksana karena selalu mendengarkan lebih dulu dan baru berbicara ketika ada hal yang perlu ditambahkan.
Para pengamat menilai pendekatan tenang, pengambilan keputusan yang cepat, serta kemampuan bernegosiasi menjadi kunci Cook menjaga kelancaran operasional iPhone di tengah tantangan geopolitik. Hal itu tercermin ketika Apple mampu mempertahankan hubungan politik dengan Amerika Serikat dan China saat kedua negara saling bersitegang.
Di bawah kepemimpinannya, Apple juga disebut membuat sejumlah keputusan yang membantunya menghindari tarif tinggi dari pemerintahan Trump. Jeffrey Sonnenfeld, wakil dekan senior studi leadership di Yale School of Management sekaligus mantan penasihat Gedung Putih, menempatkan Cook di urutan teratas daftar CEO yang dihormati Trump.
Gene Munster, mitra pengelola di Deepwater Asset Management yang mengikuti perkembangan Apple sejak 2004, menilai kehebatan Cook sebagai negarawan setara dengan kemampuannya sebagai CEO. Menurut Munster, keputusan Cook mendorong diversifikasi sebagian produksi dari China namun tetap menjaga daya tarik perusahaan di pasar China merupakan pencapaian yang langka.
Meski demikian, Apple masih menghadapi tekanan untuk mengejar ketertinggalan dalam perkembangan kecerdasan buatan atau AI, di tengah kelangkaan chip memori yang turut memaksa perusahaan menaikkan harga produk. Dalam salah satu rapat terakhirnya sebagai CEO, Cook menyarankan penerusnya, John Ternus, untuk fokus mengembangkan produk yang memperkaya kehidupan pelanggan. Menurut Cook, jika perusahaan terus fokus dan mengambil keputusan berdasarkan hal itu, maka akan tercipta bisnis yang hebat dan lebih banyak produk dapat dibangun serta diulang kembali.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0