Trump: Usir Tunawisma Washington — ‘Jauh dari Ibu Kota’

Trump perintahkan tunawisma pindah jauh dari Washington DC, janjikan penjara bagi kriminal; Wali Kota bantah, kejahatan malah turun 26 %.

Aug 11, 2025 - 17:28
 0
Trump: Usir Tunawisma Washington — ‘Jauh dari Ibu Kota’
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Kent Nishimura)

Washington DC - Beberapa hari setelah menyuarakan gagasannya untuk mengambil alih kendali federal atas Washington, D.C., Presiden AS Donald Trump kembali mencuri perhatian dengan pernyataan kontroversial. Ia menegaskan bahwa para tunawisma di ibu kota harus segera dipindahkan  jauh dari pusat kota  sambil menegaskan bahwa para pelaku kejahatan harus langsung dipenjara.

Trump menyampaikan ini lewat akun Truth Social-nya pada hari Minggu, 10 Agustus 2025, yang langsung memicu sorotan media dan publik. Ia menyatakan, “The Homeless have to move out, IMMEDIATELY. We will give you places to stay, but FAR from the Capital. The Criminals… we're going to put you in jail where you belong.” Pernyataannya itu datang beberapa hari setelah Trump menyindir potensi pengambilalihan federal atas Washington D.C., yang selama ini dikelola oleh pemerintah daerah bawah pengawasan Kongres.

Sebelumnya, Trump telah mengerahkan lebih dari 120 petugas penegak hukum federal  termasuk dari FBI, Secret Service, dan U.S. Marshals — untuk melakukan patroli di jalan-jalan ibu kota, sebagian menyasar lokasi rawan seperti pusat perampokan mobil dan area pelanggaran lalu lintas. Langkah ini dimaksudkan untuk menambah tekanan terhadap pemerintah lokal, meski otoritas kota menyatakan bahwa tingkat kejahatan telah menurun.

Wali Kota Muriel Bowser, tanpa menyebut nama Trump secara langsung, menolak narasi yang menyebut D.C. sebagai kota bermasalah. Ia menegaskan bahwa:

  • Kejahatan kekerasan di Washington menurun sekitar 26% pada paruh pertama 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

  • Pada 2024, tingkat kejahatan mencapai titik terendah dalam tiga dekade.

Bowser menekankan bahwa perbandingan D.C. dengan wilayah konflik adalah hiperbolis dan tidak berdasar. Ia juga mempertanyakan efisiensi penggunaan Garda Nasional atas nama penegakan hukum, seraya mendorong agar sumber daya diarahkan untuk penguatan sistem peradilan lokal  seperti menambah jaksa atau mengisi kekosongan kursi hakim.

Sementara itu, pernyataan-pernyataan Trump disertai wacana mengenai kemungkinan menerapkan federalisasi atas pemerintahan Washington, termasuk menguji penghapusan Home Rule Act 1973 agar Gedung Putih memiliki kendali lebih besar atas kota tersebut.

Statistik terbaru mengungkap jumlah tunawisma “unsheltered” (yang tidur di jalanan) di D.C. mencapai sekitar 800 orang, dengan ribuan lainnya berada di tempat penampungan atau perumahan transisi. Trump menjanjikan tempat tinggal bagi mereka, tetapi di lokasi jauh dari pusat kota.

Berbagai elemen dalam pernyataan Trump turut menuai kritik sebagai kebijakan yang tidak manusiawi dan kurang menyentuh solusi mendasar seperti penyediaan perumahan atau layanan sosial. Beberapa pihak bahkan mempertanyakan apakah anggaran dan pendekatan yang digunakan justru lebih cocok digunakan untuk penanganan tunawisma secara efektif, ketimbang upaya represif.

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0