Trump Klaim Putin Tak Akan Serang NATO, Bantah Kunjungan Rahasia Direktur CIA ke Moskow
Presiden AS Donald Trump menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak berniat menyerang wilayah NATO. Pernyataan ini muncul setelah laporan bahwa Direktur CIA John Ratcliffe diam-diam mengunjungi Moskow untuk memperingatkan Kremlin. Trump membantah kunjungan itu sebagai upaya menekan Rusia dan menyebutnya sebagai rutinitas biasa demi perdamaian Ukraina.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak memiliki rencana untuk menyerang negara-negara anggota NATO. Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Gedung Putih saat menanggapi pertanyaan soal dorongan Washington kepada Moskow agar tidak menyerang blok pertahanan Atlantik Utara itu.
"Saya melakukan pembicaraan yang baik dengannya. Dia tidak akan menyerang wilayah NATO," ujar Trump, seperti dikutip AFP.
Pernyataan itu muncul di tengah laporan The Wall Street Journal dan CBS News yang menyebut Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan rahasia ke Moskow pada Senin (24/8) malam. Kunjungan tersebut dikabarkan bertujuan memperingatkan Kremlin agar tidak menyerang anggota NATO.
Laporan itu juga mengungkap penilaian intelijen AS yang menyebut Rusia tampaknya ingin menguji NATO melalui serangan terbatas terhadap salah satu anggotanya. Serangan itu bisa berbentuk operasi siber maupun invasi militer berskala kecil.
Namun pada Rabu (26/8), Trump membantah bahwa kepergian Ratcliffe ke Rusia dimaksudkan untuk menekan Moskow. Dalam wawancara telepon di program radio Glenn Beck, Trump menyatakan Ratcliffe hanya menjalankan "rutinitas" biasa dan bertujuan mewujudkan perdamaian di Ukraina.
Kunjungan Ratcliffe ke Rusia menjadi yang pertama sejak 2021. Sebelumnya, seorang direktur CIA terakhir kali mengunjungi Moskow pada November 2021, ketika William Burns memperingatkan Rusia agar tidak mengirim pasukan ke Ukraina. Beberapa pekan setelah peringatan itu, Kremlin melancarkan perang skala penuh terhadap Ukraina.
Meski hubungan Washington dan Moskow tengah tegang akibat perang Rusia dengan Ukraina, kedua negara tetap menjaga komunikasi langsung terkait masalah intelijen dan keamanan. Percakapan telepon terakhir yang diketahui antara Trump dan Putin terjadi pada Juni, sedangkan pertemuan tatap muka terakhir mereka berlangsung setahun lalu.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0