Toko di Tamansari Digerebek, Ratusan Pil Tramadol dan Hexymer Ilegal Disita Polisi
Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar peredaran obat keras ilegal jenis Tramadol dan Hexymer di sebuah toko kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Seorang pria berinisial FK (29) diamankan bersama 367 butir obat, uang tunai Rp684 ribu, dua ponsel, dan satu kunci sepeda motor. Polisi masih memburu pemasok berinisial R yang masuk daftar pencarian orang.
Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil membongkar praktik peredaran obat keras tanpa izin edar di kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Obat keras yang diamankan adalah jenis Tramadol dan Hexymer yang termasuk dalam golongan daftar G.
Kasatres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Vernal A. Sambo mengungkapkan bahwa pengungkapan ini bermula dari informasi serta keresahan warga terkait dugaan aktivitas peredaran obat-obatan keras di wilayah Jakarta Barat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim opsnal yang dipimpin Iptu Andri Ferdolin Stok melakukan penyelidikan hingga mengarah ke sebuah toko di kawasan Tamansari.
Dalam penindakan yang berlangsung pada Minggu (20/9) sekitar pukul 12.00 WIB, petugas mengamankan seorang pria berinisial FK (29) di sebuah toko yang berlokasi di Jalan Tamansari IV, Kelurahan Maphar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat transaksi obat keras ilegal.
Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa 118 butir Hexymer dan 249 butir Tramadol. Totalnya, ada 367 butir obat keras yang berhasil diamankan dari tangan pelaku. Selain itu, petugas juga menyita uang tunai sebesar Rp684 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan obat, dua unit telepon seluler, serta satu buah kunci sepeda motor.
Berdasarkan pemeriksaan awal, FK mengakui bahwa dirinya memang memperjualbelikan obat-obatan keras daftar G tersebut. Ia mengaku memperoleh barang tersebut dari seorang pria berinisial R yang saat ini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
FK beserta seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mako Polres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap sumber maupun jaringan peredaran obat keras tersebut, termasuk memburu pemasok yang telah disebutkan oleh pelaku.
AKBP Vernal A. Sambo menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindak setiap bentuk peredaran obat-obatan yang dapat membahayakan masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
"Informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya kepolisian mengungkap peredaran obat-obatan yang dapat disalahgunakan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif," ujar Vernal.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0