Rosan Tawarkan Insentif Sampai 300 Persen demi Tarik Investor Masuk Indonesia

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P Roeslani menawarkan insentif hingga 300 persen bagi investor yang melakukan penelitian dan pengembangan di Indonesia, serta 200 persen untuk perusahaan yang fokus pada pelatihan dan pendidikan. Insentif ini menjadi strategi memperkuat SDM dan ekosistem riset sekaligus menarik investasi ke sektor digital, energi terbarukan, dan pengolahan sampah menjadi energi.

Oct 3, 2026 - 00:02
Oct 3, 2026 - 00:02
 0
Rosan Tawarkan Insentif Sampai 300 Persen demi Tarik Investor Masuk Indonesia
Rosan Tawarkan Insentif Sampai 300 Persen demi Tarik Investor Masuk Indonesia

Pemerintah terus menggenjot upaya menarik investasi masuk ke Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat CEO Danantara, Rosan P Roeslani, menawarkan insentif hingga 300 persen bagi perusahaan yang bersedia menjalankan kegiatan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) di dalam negeri.

Tawaran tersebut disampaikan Rosan dalam acara Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (28/8). Menurutnya, insentif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong lebih banyak investasi sekaligus memperkuat sumber daya manusia dan ekosistem riset nasional.

"Jika perusahaan melakukan penelitian dan pengembangan di Indonesia, kami bisa memberikan insentif hingga 300 persen," ujar Rosan dalam forum tersebut.

Tidak hanya untuk kegiatan riset, pemerintah juga menyiapkan insentif hingga 200 persen bagi perusahaan yang memberi perhatian besar pada pelatihan dan pendidikan. Rosan menyebut kebijakan ini sebagai langkah afirmatif untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus kapasitas penelitian dan pengembangan di Indonesia.

Rosan memaparkan bahwa peluang investasi ke depan tidak lagi hanya berpusat pada hilirisasi mineral dan pengolahan komoditas. Pemerintah juga membuka ruang bagi sektor infrastruktur digital, teknologi, inovasi, serta industri yang akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi masa depan. Ia menyebut ekonomi digital Indonesia berpotensi mencapai US$360 miliar pada 2030, dengan Jakarta dinilai telah menjadi pusat data center utama di Tanah Air.

"Kami ingin infrastruktur generasi berikutnya yang siap untuk AI dibangun di sini," kata Rosan.

Untuk mendukung pengembangan pusat data, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar. Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi energi terbarukan nasional mencapai 3.600 gigawatt (GW), sementara kapasitas terpasang saat ini baru sekitar 15,1 GW atau kurang dari 1 persen.

Selain sektor digital, Rosan membuka peluang investasi pada proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE). Danantara disebut tengah mendukung pipeline proyek WTE nasional di lebih dari 30 lokasi di seluruh Indonesia dengan nilai sekitar US$5 miliar. Khusus untuk Jakarta, pemerintah dan Danantara sedang membahas pengembangan fasilitas WTE bersama Pemprov DKI Jakarta.

Rosan menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi melalui percepatan perizinan, kepastian regulasi, serta lingkungan bisnis yang lebih dapat diprediksi. "Komitmen kami sangat jelas. Kami siap bermitra dengan investor, memobilisasi modal dan membantu mengubah proyek-proyek strategis menjadi kenyataan," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0