Polisi Bongkar Peran Masing-masing Anggota Jaringan Etomidate PIK 2, Satu WNA China Ditangkap

Polres Metro Jakarta Barat mengungkap cara kerja jaringan produksi narkoba etomidate di perumahan elite PIK 2, Tangerang. Satu WNA China berinisial CF ditangkap. Polisi menyebut setiap anggota memiliki peran berbeda, mulai dari kedatangan tersangka hingga penyediaan bahan baku. CF diketahui beberapa kali masuk Indonesia sebelum ditangkap. Polisi berkoordinasi dengan Imigrasi, Bea Cukai, dan Kedutaan Besar China.

Oct 3, 2026 - 16:02
Oct 3, 2026 - 16:02
 0
Polisi Bongkar Peran Masing-masing Anggota Jaringan Etomidate PIK 2, Satu WNA China Ditangkap
Polisi Bongkar Peran Masing-masing Anggota Jaringan Etomidate PIK 2, Satu WNA China Ditangkap

Polres Metro Jakarta Barat mengungkap modus operandi jaringan produksi narkoba jenis etomidate yang melibatkan warga negara asing (WNA) China di kawasan perumahan elit PIK 2, Tangerang. Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Vernal A. Sambo menyatakan bahwa jaringan ini bekerja secara terstruktur dengan pembagian peran yang jelas di antara para anggotanya.

Menurut Vernal, peran tersebut mencakup kedatangan tersangka ke Indonesia, penyediaan bahan baku, hingga proses produksi etomidate. Dalam kasus ini, polisi menangkap seorang WNA China berinisial CF yang disebut berasal dari Fujian. "Jaringan pembuatan lab etomidate ini, tersangka yang kita amankan itu tidak dapat bekerja sendiri. Jadi masing-masing ada perannya," ujar Vernal dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Vernal menduga CF datang ke Indonesia dengan jaminan dari seseorang yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Penyidik masih menyusun rangkaian keterlibatan setiap pihak dalam jaringan tersebut. "Artinya bahwa kami sekarang sedang mengumpulkan puzzle siapa-siapa saja yang terlibat," katanya.

Penyidik telah mengantongi sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan jaringan itu. Beberapa pihak yang diduga mengurus dokumen perjalanan dan dokumen lainnya juga akan dimintai keterangan. Kanit 2 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Jimi menambahkan, hasil koordinasi dengan pihak Imigrasi menunjukkan CF telah beberapa kali masuk ke Indonesia sebelum ditangkap.

Berdasarkan data perjalanan yang diperoleh penyidik, CF pertama kali datang pada Juli 2026. Setelah itu, ia kembali ke China pada Agustus sebelum kembali lagi ke Indonesia pada September. "Saudara CF ini kita juga sudah sesuaikan dengan hasil pemeriksaan awal dua kali datang ke Indonesia yaitu pada Juli dan Agustus kembali lagi ke Indonesia. Jadi dia bulan Juli, kemudian bulan Agustus dia kembali ke China, kemudian pada September dia kembali lagi ke Indonesia yang beberapa hari selanjutnya kita amankan," jelas Jimi.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menambahkan bahwa pihaknya kini berkoordinasi dengan Imigrasi, Bea Cukai, dan Kedutaan Besar China untuk menelusuri bagaimana jaringan tersebut membawa bahan maupun peralatan ke Indonesia. "Bea Cukai, kemudian Imigrasi, kemudian Kedutaan Besar Cina sendiri, ya. Kita masih mencari dari mana barang ini bisa masuk ke sini," ujar Nasriadi.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar jaringan produksi narkotika jenis etomidate senilai Rp102 miliar yang dikemas menyerupai produk rokok elektrik di sebuah rumah kawasan perumahan elite PIK 2, Tangerang. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap satu warga negara China berinisial CF.

Polisi juga menyita 1.008 cartridge berisi etomidate yang disebut siap diedarkan, bahan baku dan perisa, serta 12 ribu cartridge kosong yang diduga disiapkan untuk diisi. Hingga kini, penyidik terus mendalami keterlibatan pihak lain serta jalur masuknya bahan dan peralatan ke Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0