PLN UID Sumbar Resmikan TJSL Sanggar Rumbio Sakato, Dorong Budaya Minangkabau dan Ekonomi Warga Solok
PLN UID Sumatera Barat meresmikan program TJSL di Sanggar Seni Rumbio Sakato, Simpang Rumbio, Kota Solok, pada 10 September 2026. Dukungan diarahkan untuk sarana seni, musik, silat tradisional Minangkabau, serta usaha ekonomi produktif seperti pengolahan makanan tradisional dan keripik singkong. GM PLN UID Sumbar Ririn Rachmawardini berharap program ini menjaga ruang belajar budaya dan kegiatan produktif masyarakat tetap berjalan.
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat meresmikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Sanggar Seni Rumbio Sakato, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, pada 10 September 2026. Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen PLN menghadirkan manfaat yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Sanggar Seni Rumbio Sakato selama ini dikenal sebagai ruang berkarya yang menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari seni tari, seni musik, silat tradisional Minangkabau, hingga pengolahan makanan tradisional dan keripik singkong. Program TJSL PLN diarahkan untuk memperkuat keberlanjutan aktivitas tersebut, baik dalam melestarikan seni dan budaya Minangkabau maupun mengembangkan kegiatan ekonomi produktif warga.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan ruang untuk terus dipelajari dan diwariskan. Menurutnya, dukungan ini diharapkan membantu Sanggar Seni Rumbio Sakato menjaga kegiatan budayanya tetap berjalan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk terus berkarya.
Dukungan yang diberikan difokuskan pada kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan seni, musik, dan silat tradisional Minangkabau, termasuk kebutuhan yang menunjang usaha ekonomi produktif sanggar. Ririn menyebut peresmian tersebut sebagai momentum untuk memperkuat aktivitas yang selama ini telah tumbuh di tengah masyarakat.
"Yang terpenting adalah bagaimana dukungan ini dapat digunakan untuk menunjang kegiatan yang sudah dilakukan masyarakat. Ketika ruang belajar budaya tetap hidup dan kegiatan produktif terus berjalan, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya," ujar Ririn.
Penguatan aktivitas sanggar juga tidak lepas dari tantangan menjaga keberlangsungan budaya tradisional. Sanggar menyoroti perubahan lingkungan sosial dan perkembangan teknologi yang dapat memengaruhi keberadaan budaya lokal. Karena itu, pembinaan generasi penerus menjadi salah satu perhatian utama agar tumbuh kecintaan terhadap seni dan budaya tradisional Minangkabau.
Upaya tersebut didukung oleh kelembagaan sanggar yang telah memiliki berbagai bidang kegiatan, antara lain seni dan budaya, pelatihan pencak silat, teknik kesenian dan keamanan, serta bidang dana dan konsumsi. Struktur ini menjadi modal penting untuk memastikan program berjalan berkelanjutan.
Ririn menambahkan, PLN ingin agar pelaksanaan TJSL memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata dan mendukung potensi yang telah dimiliki masyarakat. "Kami ingin dukungan yang diberikan dapat memperkuat apa yang sudah tumbuh di masyarakat, sehingga ruang untuk belajar, berkarya, menjaga budaya, dan mengembangkan kegiatan produktif dapat terus berjalan," tuturnya.
Peresmian program TJSL PLN di Sanggar Seni Rumbio Sakato menjadi langkah menjaga ruang belajar dan berkarya tetap hidup. Ketika anak-anak muda dapat terus berlatih seni dan mengenal budaya Minangkabau, sementara masyarakat mengembangkan keterampilan melalui kegiatan produktif, manfaat program hadir dalam aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan ikut menjaga potensi lokal tetap tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0