Perputaran Uang Rp46,57 Miliar: HJK Padang ke-357 Tembus 92.680 Pengunjung
Perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 berhasil menarik 92.680 pengunjung dan menghasilkan dampak ekonomi Rp46,57 miliar. Acara bertema Road to Gastronomy City ini didominasi pengunjung lokal, dengan dampak langsung 78,6% dan tidak langsung 21,4%, terutama pada sektor akomodasi, perdagangan, dan kuliner.
Perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tahun 2026 yang mengusung tema Road to Gastronomy City tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha setempat. Berdasarkan analisis dampak yang dirilis oleh Pemerintah Kota Padang melalui akun resmi Diskominfo Kota Padang pada Kamis (13/8/2026), perhelatan tahunan ini berhasil menarik puluhan ribu pengunjung dan memicu perputaran uang hingga puluhan miliar rupiah.
Total pengunjung HJK Padang ke-357 mencapai 92.680 orang, dengan komposisi yang didominasi oleh warga lokal sebanyak 76.160 orang. Selain itu, terdapat 15.890 pengunjung dari luar kota dan 630 wisatawan mancanegara yang turut meramaikan acara. Tingginya antusiasme ini berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan ekonomi daerah yang menyentuh angka Rp46,57 miliar (Rp46.570.000.000).
Kegiatan ini juga menunjukkan efisiensi anggaran daerah yang patut diapresiasi. Setiap Rp1 alokasi APBD yang dikeluarkan mampu menghasilkan nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) sebesar Rp9,9. Hal ini menjadi bukti bahwa penyelenggaraan HJK tidak hanya menghabiskan anggaran, tetapi juga memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian kota.
Dampak ekonomi dari gelaran HJK Padang ke-357 terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu dampak langsung sebesar 78,6 persen dan dampak tidak langsung sebesar 21,4 persen. Dampak langsung mencakup pengeluaran yang terjadi selama acara, sedangkan dampak tidak langsung terdistribusi ke berbagai sektor penggerak perekonomian kota.
Untuk dampak tidak langsung, sektor akomodasi menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 26,7 persen, diikuti sektor perdagangan sebesar 21,1 persen, dan sektor kuliner (makan dan minum) sebesar 17,0 persen. Sektor lainnya seperti angkutan darat menyumbang 6,7 persen, jasa swasta 4,6 persen, hortikultura 3,4 persen, dan sektor lainnya 20,5 persen.
Sebagian besar dampak tidak langsung dari perhelatan HJK Padang ke-357 terkonsentrasi pada sektor jasa dan perdagangan. Hasil positif ini semakin memperkuat langkah Kota Padang dalam mewujudkan visi sebagai kota gastronomi terdepan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus mengembangkan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata di masa mendatang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0