Pakistan Tolak Ikuti Sanksi Trump ke Iran, Tegaskan Tetap Lanjut Dagang Sesuai Hukum Internasional

Pakistan menolak seruan Presiden AS Donald Trump yang meminta semua negara menjatuhkan sanksi ekonomi ke Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi menegaskan pihaknya tidak mengakui sanksi sepihak dan tetap melanjutkan perdagangan bilateral dengan Iran sesuai hukum internasional. Sikap ini muncul setelah Trump mengumumkan operasi ekonomi paling menghancurkan terhadap Iran.

Oct 3, 2026 - 00:01
Oct 3, 2026 - 00:01
 0
Pakistan Tolak Ikuti Sanksi Trump ke Iran, Tegaskan Tetap Lanjut Dagang Sesuai Hukum Internasional
Pakistan Tolak Ikuti Sanksi Trump ke Iran, Tegaskan Tetap Lanjut Dagang Sesuai Hukum Internasional

Pakistan menyatakan tidak akan mengikuti seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta semua negara menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Iran. Penolakan itu disampaikan di tengah perang yang masih bergejolak antara Teheran dan Washington.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen melanjutkan perdagangan bilateral dengan Iran sesuai hukum internasional. Pernyataan itu disampaikan Andrabi dalam laporan media semi pemerintah Iran, Mehr News, Kamis (27/8).

"Pakistan secara konsisten menolak tindakan sepihak dan tak menerima sanksi sepihak," kata Andrabi. Menurut dia, sanksi semacam itu membawa dampak negatif dan Pakistan tidak mengakui keberadaannya berdasarkan hukum internasional.

Andrabi menilai perang ekonomi terhadap Iran merupakan bagian dari konflik antara kedua negara dan tidak perlu melibatkan pihak lain. Ia berpendapat perselisihan tersebut semestinya diselesaikan melalui jalur diplomasi dan dialog.

Di sisi lain, Pakistan diketahui berperan sebagai mediator dalam konflik AS dan Iran. Melalui peran itu, kedua negara sempat mencapai gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.

Pernyataan Andrabi muncul setelah Trump mengumumkan rencana menjatuhkan sanksi ekonomi yang dahsyat ke Iran seiring perang yang terus berlangsung. Trump juga berencana melancarkan sanksi kepada negara-negara yang membantu Iran.

"Hari ini, saya mengumumkan operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara manapun! Ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Trump pekan lalu.

Trump menekankan bahwa negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintah memberi bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang serius.

Kampanye tekanan ekonomi yang semakin intensif ini berlangsung saat perang memasuki bulan keenam tanpa jalan keluar diplomatik maupun militer dalam waktu dekat. AS dan Iran masih berperang hingga kini meski sempat gencatan senjata dan menandatangani MoU untuk menghentikan konflik. Peperangan bahkan tak menunjukkan tanda-tanda mereda setelah Trump mengumumkan kembali memblokade kapal-kapal Iran dan menutup peluang negosiasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0