Orderkuota Ungkap Modus CS Palsu di Google dan Situs Pemerintah, Korban Diminta Transfer hingga OTP

Orderkuota membongkar modus penipuan CS palsu yang mencatut nama aplikasi mereka. Pelaku menanamkan nomor WhatsApp palsu di situs pemerintah berdomain .go.id dan menyebarkannya via media sosial. Korban yang panik diminta transfer biaya administrasi hingga data OTP, PIN, dan kata sandi. Orderkuota menegaskan CS resmi tidak pernah beroperasi lewat WhatsApp dan meminta pengguna hanya menggunakan saluran resmi.

Sep 30, 2026 - 12:03
Sep 30, 2026 - 12:03
 0
Orderkuota Ungkap Modus CS Palsu di Google dan Situs Pemerintah, Korban Diminta Transfer hingga OTP
Orderkuota Ungkap Modus CS Palsu di Google dan Situs Pemerintah, Korban Diminta Transfer hingga OTP

Platform transaksi kuota dan pembayaran digital Orderkuota mengungkap praktik penipuan yang mencatut nama customer service (CS) mereka. Modus ini dilakukan secara terstruktur dengan memanipulasi informasi kontak CS palsu yang tersebar di mesin pencari Google hingga media sosial.

"Berdasarkan temuan internal, para pelaku kejahatan siber ini melancarkan modus terstruktur dengan memanipulasi informasi kontak customer service (CS) palsu melalui mesin pencari Google hingga media sosial," ujar Tim Legal Orderkuota Aprillya di Jakarta, Sabtu.

Aprillya menjelaskan bahwa modus paling dominan saat ini adalah eksploitasi optimasi mesin pencari alias SEO Spam dan peretasan konten pada situs web resmi instansi pemerintah berdomain .go.id atau situs desa. Pelaku sengaja menanamkan artikel berisi nomor WhatsApp CS palsu di situs berotoritas tinggi tersebut agar muncul di halaman pertama Google.

Tautan hasil manipulasi mesin pencari itu kemudian disebar ke berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube, baik dalam bentuk video maupun komentar dengan narasi bantuan instan. "Pelaku secara spesifik mengeksploitasi kepanikan dan urgensi pengguna yang sedang mengalami kendala transaksi. Narasi utama yang selalu mereka jual adalah jaminan penyelesaian instan dan layanan super cepat tanpa antrean," kata dia.

Saat korban yang panik menghubungi nomor WhatsApp palsu tersebut, pelaku berpura-pura menjadi tim teknis. Mereka lalu meminta korban mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi, verifikasi sistem, atau deposit jaminan. Tidak hanya itu, pelaku juga berupaya mencuri data sensitif seperti kode OTP, PIN, dan kata sandi akun.

Orderkuota menegaskan bahwa layanan CS resmi mereka tidak beroperasi melalui saluran WhatsApp, kecuali untuk pengiriman kode OTP resmi. "Kami menegaskan bahwa segala nomor WhatsApp yang beredar di internet dan mengaku sebagai customer service Orderkuota dapat dipastikan seratus persen palsu dan merupakan bentuk indikasi penipuan," tegasnya.

Seluruh layanan pengaduan dan bantuan teknis yang sah hanya dapat diakses melalui saluran resmi terverifikasi, seperti fitur live chat di dalam aplikasi resmi Orderkuota, kanal telegram, website resmi, serta media sosial resmi. Orderkuota juga menegaskan bahwa CS resmi tidak pernah meminta biaya transfer saldo atau memancing data rahasia pengguna.

Untuk menekan peredaran konten palsu, Orderkuota secara berkala mengajukan permohonan pemblokiran dan penghapusan konten (takedown) kepada Google, YouTube, Instagram, dan Facebook. Di sisi lain, keamanan internal aplikasi terus diperkuat melalui otentikasi berlapis (multi-factor authentication), enkripsi pertukaran data standar industri, serta pembatasan akses dari perangkat mencurigakan.

Manajemen Orderkuota optimistis bahwa langkah edukasi masif dan penindakan digital ini dapat mempersempit ruang gerak pelaku penipuan serta menjaga ruang transaksi digital yang aman bagi pengguna.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0