Saraso Fest 2026 Hidupkan Kembali Seni Tradisi dan Talenta Muda Sumbar

Saraso Fest 2026 digelar di Taman Budaya Sumbar dengan menghadirkan seni tradisional dari 10 kabupaten/kota dan talenta muda.

Sep 30, 2026 - 19:47
 0
Saraso Fest 2026 Hidupkan Kembali Seni Tradisi dan Talenta Muda Sumbar

Sahkato.com — Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Saraso Fest 2026 resmi digelar di Taman Budaya Sumatera Barat, Senin (28/9/2026). Festival yang berlangsung hingga 3 Oktober 2026 itu menghadirkan kesenian tradisional dari 10 kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Saraso Fest 2026 mengangkat tema “Menghidupkan Rasa, Menajamkan Makna, Mengasah Talenta Muda.” Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat pada 1 Oktober 2026 sekaligus Hari Kebudayaan pada 17 Oktober 2026.

Kepala Taman Budaya Sumbar M. Devid mengatakan, Saraso Fest menjadi momentum untuk menghadirkan kembali kekayaan seni dan budaya daerah kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga memiliki sejumlah tujuan yang berkaitan dengan pelestarian budaya dan pengembangan generasi muda.

“Yang pertama kegiatan ini bertujuan pelestarian nilai-nilai daerah untuk kemajuan daerah. Yang kedua sebagai kegiatan dalam menumbuhkan dan mengasah minat bakat generasi muda,” katanya.

Selain pelestarian dan pengembangan talenta, Saraso Fest juga diarahkan untuk menggerakkan pelaku UMKM serta memperkuat kolaborasi seni budaya antardaerah.

“Ketiga dalam penggerak UMKM. Yang keempat, kolaborasi seni budaya lintas daerah,” sambungnya.

Sepanjang pelaksanaan festival, sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar akan menampilkan kesenian daerah masing-masing. Di antaranya Kabupaten Solok dan Kabupaten Agam yang turut membawa kesenian tradisional dalam rangkaian pertunjukan.

Saraso Fest 2026 juga memberikan ruang bagi talenta seni dari kalangan muda melalui penampilan komposer muda Sond Denai. Kehadiran seniman muda tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi perkembangan kreativitas seni dan budaya.

Asisten I Setdaprov Sumbar sekaligus Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Ahmad Zakri mengatakan, momentum Hari Jadi Sumbar dan Hari Kebudayaan dapat dimanfaatkan untuk kembali menghadirkan seni tradisi di tengah masyarakat.

Menurutnya, seni tradisi memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Ia menilai perubahan pola hiburan masyarakat membuat kesenian tradisional semakin jarang ditampilkan dalam berbagai kegiatan.

“Kalau dahulu bapak ibuk, ketika ada acara besar, kita pasti melihat acara kesenian. Kalau sekarang, apapun acara yang dipakai orgen tunggal,” katanya.

Kondisi tersebut, menurut Ahmad, membuat generasi muda semakin jarang menyaksikan secara langsung berbagai kesenian tradisional daerah. Karena itu, Saraso Fest diharapkan menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan seni tradisi kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Karena kesenian yang kita tampilkan merupakan kesenian tradisional dan jarang dilihat generasi muda,” ujarnya.

Ahmad juga menyoroti pesan budaya yang terkandung dalam tema Saraso Fest, khususnya konsep “raso pareso” yang dinilainya mulai semakin jarang diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Kita mengambil tema pekan budaya ini, Saraso Fest. Raso pareso. Ini juga sudah mulai hilang,” katanya.

Ia menegaskan, kesenian dan tradisi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi dan pendidikan bagi generasi muda. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, dapat ditemukan dalam berbagai kesenian tradisional, termasuk randai.

“Kesenian dan tradisi bukan hanya sekadar hiburan, tapi sarana edukasi, pendidikan. Seperti yang diajar dalam randai, mereka diajarkan beredukasi,” katanya.

Karena itu, upaya menjaga kesenian dan tradisi tidak dimaknai sebagai langkah untuk membawa masyarakat kembali ke masa lalu. Sebaliknya, pelestarian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah.

“Oleh karena itu, melestarikan kesenian, melestarikan tradisi itu bukan kita kembali ke masa lalu, tapi melestarikan kebudayaan itu sendiri,” tegasnya.

Melalui Saraso Fest 2026, pemerintah daerah berharap seniman dan budayawan terus mendapatkan ruang untuk menjaga serta mengembangkan nilai-nilai budaya Sumatera Barat. Kehadiran 10 kabupaten/kota dalam festival tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat.

“Kita menampilkan 10 kabupaten/kota dalam rangka menyambut Hari Jadi Sumatera Barat yang ke-81,” pungkasnya.

Saraso Fest 2026 dilaksanakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik BOP Taman Budaya dari Kementerian Kebudayaan RI melalui program Presentasi Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0