Nepal Tolak Tim SAR Asing, Tapi Minta Bantuan Teknis Khusus Usai Banjir Besar di Himalaya
Pemerintah Nepal menegaskan tidak membutuhkan tim SAR asing setelah banjir besar melanda perbatasan Nepal-China. Meski begitu, Nepal tetap meminta bantuan teknis internasional untuk penyelamatan di terowongan, pemulihan akses transportasi, identifikasi jenazah, hingga pengujian DNA. Bencana akibat runtuhnya gletser itu menewaskan hampir 600 orang dan meninggalkan lebih dari 2.000 orang hilang.
Pemerintah Nepal memastikan belum memerlukan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pasca banjir besar yang melanda kawasan perbatasan Nepal-China. Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal menilai tim penyelamat lokal masih sanggup menangani operasi tersebut.
"Kami menilai tidak ada kebutuhan untuk mengulang upaya pencarian dan penyelamatan yang sudah dilakukan tim Nepal," ujar Khanal kepada Reuters, Jumat (28/8) malam.
Kendati menolak kehadiran tim SAR asing, Nepal tetap membuka pintu bagi bantuan internasional untuk pekerjaan teknis yang membutuhkan keahlian khusus. Khanal menyebut pemerintah telah meminta layanan khusus dan bantuan teknis di bidang-bidang yang belum dikuasai secara cukup oleh tenaga ahli dalam negeri.
Bantuan yang dibutuhkan mencakup penyelamatan orang yang terjebak di dalam terowongan, pembukaan kembali akses transportasi dan komunikasi di wilayah yang jembatannya hancur, serta identifikasi jenazah. Nepal juga memerlukan dukungan untuk pengujian DNA dan penyimpanan jenazah dalam waktu yang lebih lama.
Bencana itu terjadi setelah runtuhnya gletser pada Rabu (26/8). Material berupa batu, es, lumpur, dan puing-puing dalam jumlah besar menerjang sistem sungai di kawasan Himalaya. Akibatnya, hampir 600 orang tewas di Nepal dan Tibet, China, sementara lebih dari 2.000 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Nepal juga telah meminta bantuan India dan China untuk menyediakan jembatan Bailey. Jembatan itu diperlukan guna membuka kembali akses transportasi dan komunikasi di wilayah terdampak, terutama karena sekitar dua lusin jembatan dilaporkan hancur akibat bencana tersebut.
Khanal menegaskan permintaan bantuan teknis itu berbeda dengan operasi SAR. Menurutnya, kebutuhan utama Nepal saat ini adalah keahlian khusus yang tidak cukup dimiliki oleh tim di dalam negeri.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Nepal menyatakan pemerintah setempat masih mampu menangani operasi penyelamatan sendiri dan tidak membutuhkan keterlibatan asing dalam pencarian serta penyelamatan korban.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0