Melanie Subono Kecam Gajah Zidan Dirantai Pendek 3 Tahun di Bukittinggi, BKSDA Sumbar Siap Evaluasi

Aktris dan aktivis Melanie Subono menyoroti kondisi gajah jantan bernama Zidan yang dirantai pendek selama tiga tahun di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi. Ia menilai perlakuan itu merusak fisik dan mental satwa serta meminta evaluasi SOP. Kepala BKSDA Sumbar Hartono menyatakan pihaknya akan mengevaluasi dan mengevakuasi gajah tersebut.

Oct 3, 2026 - 00:02
Oct 3, 2026 - 00:02
 0
Melanie Subono Kecam Gajah Zidan Dirantai Pendek 3 Tahun di Bukittinggi, BKSDA Sumbar Siap Evaluasi
Melanie Subono Kecam Gajah Zidan Dirantai Pendek 3 Tahun di Bukittinggi, BKSDA Sumbar Siap Evaluasi

Aktris sekaligus aktivis Melanie Subono kembali menyuarakan kepeduliannya terhadap satwa dilindungi. Kali ini ia menyoroti perlakuan pengelola Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi terhadap seekor gajah jantan bernama Zidan yang dinilai tidak sesuai kaidah kesejahteraan hewan.

Kritik tersebut disampaikan Melanie melalui video yang diunggah di media sosial pribadinya. Dalam unggahan itu, ia menampilkan kondisi Zidan yang dirantai pendek sehingga ruang geraknya sangat terbatas. Melanie menegaskan bahwa praktik tersebut telah berlangsung selama tiga tahun.

"HELP ZIDAN... 3 tahun di rantai pendek. KALO SOP kalian rante pendek karna TAKUT, NGAPAIN naro gajah???" tulis Melanie dalam unggahannya.

Menurut Melanie, perlakuan terhadap Zidan jauh dari prinsip animal welfare. Ia memperingatkan bahwa rantai pendek yang terus-menerus dipasang akan berdampak serius pada kondisi fisik dan mental gajah. Gajah, katanya, membutuhkan ruang untuk berjalan agar otot, kuku, dan sendinya tetap sehat.

"Taukah kalian kalau gajah terus dirantai: yang pasti bukan welfare-nya, fisik mereka hancur karna gajah HARUS jalan, kuku otot dan sendi mereka rusak, bisa jadi obesitas, STRESS," ujarnya.

Melanie juga mengingatkan bahwa stres pada gajah kerap dijadikan alasan untuk menyalahkan satwa ketika terjadi sesuatu. Ia menyayangkan logika tersebut dan mempertanyakan apakah manusia akan nyaman jika dirantai sepanjang tiga meter.

Selain persoalan rantai, Melanie menyoroti pergantian mahout atau perawat gajah. Menurutnya, perawat lama yang telah memiliki ikatan emosional dengan Zidan justru diakhiri masa kerjanya, sementara perawat pengganti dinilai bukan berasal dari bidang yang sesuai.

Dalam unggahannya, Melanie menandai sejumlah akun resmi, termasuk Kementerian Kehutanan, Menteri Kehutanan Raja Antoni, TMSBK Bukittinggi, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, dan BKSDA Sumbar. Ia mendesak agar SOP pemeliharaan Gajah Zidan segera dievaluasi.

Menanggapi hal itu, Kepala BKSDA Sumbar Hartono menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi dan evakuasi terhadap gajah tersebut. "Saat ini masih koordinasi dengan pusat latihan gajah yang ada. Mohon dukungannya, semoga segera bisa dilakukan," ungkap Hartono.

Hartono menambahkan bahwa BKSDA Sumbar telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi terkait penanganan kasus ini. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kesejahteraan Zidan dan satwa lain di TMSBK Bukittinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0