Iran Ajukan Syarat Baru ke AS, Selat Hormuz Baru Dibuka Jika Tuntutan Dipenuhi
Iran tengah menyusun daftar syarat baru untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan AS harus lebih dulu memenuhi tuntutan Iran, termasuk mencabut blokade dan sanksi ekonomi serta membayar ganti rugi perang. Kesepakatan koridor sementara dengan Oman juga disiapkan sebagai jalur pelayaran.
Iran dikabarkan sedang menyiapkan sejumlah persyaratan baru sebelum membuka kembali Selat Hormuz. Langkah ini muncul setelah sejumlah mediator meminta Teheran menetapkan syarat untuk membuka jalur pelayaran vital tersebut, termasuk syarat untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima permintaan dari para mediator. Pernyataan itu disampaikan saat Qatar menggelar pembicaraan dengan Iran, menyusul pembicaraan serupa yang sebelumnya dilakukan Pakistan dan Oman.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut pembicaraan tersebut membahas koridor sementara di Selat Hormuz serta proyek bersama untuk membersihkan ranjau di kawasan itu. Menurut Rezaei, Iran dan Oman telah menyepakati pembentukan koridor yang sebagian melintasi perairan Oman dan sebagian lagi melewati perairan Iran.
Dalam skema itu, kapal-kapal dapat menggunakan jalur tengah apabila AS memenuhi tuntutan Iran. Rezaei menegaskan bahwa Washington harus lebih dulu mengambil langkah-langkah praktis untuk memenuhi syarat-syarat Teheran sebelum Iran melanjutkan pembukaan Selat Hormuz.
"AS harus lebih dulu mengambil langkah-langkah praktis untuk memenuhi syarat-syarat Iran, dan kemudian Iran akan melanjutkan untuk membuka Selat Hormuz," ucap Rezaei kepada kantor berita IRNA.
Sementara itu, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu (26/8) menyatakan bahwa Teheran tidak akan membuka Selat Hormuz kecuali Washington mencabut blokadenya terhadap Iran. AS juga disebut wajib membayar ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang serta mencabut semua sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Selat Hormuz secara efektif ditutup Iran setelah AS dan Israel mengobarkan perang pada 28 Februari lalu. Jalur air tersebut sempat dibuka sebentar setelah AS dan Iran meneken nota kesepahaman damai pada Juni, ketika AS juga mencabut blokade dan melonggarkan sanksi.
Namun, Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah menuduh AS melanggar nota kesepahaman tersebut. AS pun memberlakukan kembali blokade dan sanksinya terhadap Iran.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0