Harga Ayam di Sumut Melonjak ke Rp55 Ribu per Kg, KPPU Turun Tangan Cermati Rantai Pasok

Harga daging ayam di Sumatra Utara melonjak dari Rp48.550 menjadi rata-rata Rp55 ribu per kg, bahkan sempat menyentuh Rp68.500 per kg di Gunung Sitoli. Pengamat ekonomi menyebut kenaikan dipicu mahalnya pakan ternak dan pelemahan rupiah, bukan lonjakan permintaan. KPPU Kanwil I akan memantau rantai pasok dan penyerapan ayam untuk program MBG.

Oct 2, 2026 - 00:03
Oct 2, 2026 - 00:03
 0
Harga Ayam di Sumut Melonjak ke Rp55 Ribu per Kg, KPPU Turun Tangan Cermati Rantai Pasok
Harga Ayam di Sumut Melonjak ke Rp55 Ribu per Kg, KPPU Turun Tangan Cermati Rantai Pasok

Harga daging ayam di Sumatra Utara (Sumut) melonjak tajam dalam dua pekan terakhir hingga menembus rata-rata Rp55 ribu per kilogram. Kenaikan ini terjadi meski permintaan pasar disebut tidak lagi mengalami peningkatan.

Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging ayam memang berada dalam tren naik. Ia mencatat rata-rata harga di Sumut bergerak dari Rp48.550 per kg menjadi sekitar Rp55 ribu per kg.

Bahkan, mengacu data PIHPS pada akhir pekan sebelumnya, harga tertinggi di Sumut sempat menyentuh Rp68.500 per kg, tepatnya di Gunung Sitoli. "Di wilayah Sumatera Utara rata-rata harga daging ayam naik dari Rp48.550 per kg menjadi rata-rata Rp55 ribu per kg, padahal saat ini permintaan tidak lagi mengalami kenaikan," kata Gunawan, Rabu (26/8).

Menurut Gunawan, lonjakan ini bukan lagi dipicu oleh lompatan permintaan, melainkan akibat kenaikan harga pakan ternak. Dari pengamatan langsung di lapangan, harga pakan tercatat naik dalam sebulan terakhir, dengan kenaikan mencapai Rp500 per kg seiring harga jagung yang bertahan di atas Rp6.000 per kg.

Kondisi itu dinilai berbeda jauh dengan musim panen dua tahun terakhir, ketika harga jagung bisa turun ke kisaran Rp4.700 per kg saat panen serentak. Gunawan juga menyoroti kenaikan biaya input produksi yang signifikan sebagai rentetan dari pelemahan rupiah. Menurutnya, kenaikan biaya produksi akan menekan pasokan karena peternak cenderung mengurangi pasokan ayam hidup.

Saat ini permintaan daging ayam masih didominasi rumah tangga, ditambah kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan usaha kuliner. Gunawan memperkirakan harga daging ayam pada Agustus berpeluang memberi kontribusi besar terhadap inflasi, baik secara nasional maupun khusus wilayah Sumut.

Terpisah, Kepala Kanwil I KPPU Ridho Pamungkas menyatakan pihaknya akan mencermati kenaikan harga daging ayam ras segar di Sumut yang dalam beberapa hari terakhir meningkat cukup signifikan. Dari pemantauan harga pangan KPPU Kanwil I, harga ayam ras segar di Sumut naik dari Rp48.550 per kg pada 17 Agustus menjadi Rp52.400 per kg pada 21 Agustus 2026, atau sekitar 7,9 persen.

Kenaikan tersebut, tambah Ridho, merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di wilayah kerja Kanwil I pada periode yang sama. Ia menyebut kenaikan harga dipengaruhi berbagai faktor, antara lain biaya produksi dan pakan, ketersediaan pasokan, peningkatan permintaan, serta distribusi dari peternak hingga konsumen.

KPPU akan memantau pembentukan harga di sepanjang rantai pasok ayam, mulai dari peternak, distributor atau rumah potong, hingga pedagang. Lembaga itu juga akan mencermati penyerapan ayam untuk kebutuhan program MBG dan melihat apakah ada perubahan pola pasokan ke pasar.

Ridho menegaskan, peningkatan permintaan dari program MBG tidak serta-merta menunjukkan persoalan persaingan usaha. Namun, jika ditemukan indikasi pembatasan pasokan, praktik yang menghambat akses pelaku usaha, atau perilaku lain yang berpotensi mengganggu persaingan, KPPU akan melakukan pendalaman sesuai kewenangannya. Pemantauan lapangan akan dilakukan pada minggu ini sebagai dasar menentukan apakah diperlukan pendalaman lebih lanjut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0