El Nino Kuat Mendekati Puncak, BMKG: Indonesia Bakal Makin Kering

BMKG memperingatkan bahwa El Nino kuat yang mendekati puncaknya akan membuat Indonesia semakin kering. Sebanyak 73,8 persen wilayah sudah memasuki musim kemarau, dan curah hujan rendah mendominasi. Puncak El Nino diprediksi terjadi Desember 2026 atau Januari 2027, berpotensi melebihi kategori kuat, meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan.

Aug 17, 2026 - 02:36
Aug 17, 2026 - 02:36
 0
El Nino Kuat Mendekati Puncak, BMKG: Indonesia Bakal Makin Kering
El Nino Kuat Mendekati Puncak, BMKG: Indonesia Bakal Makin Kering

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa Indonesia akan mengalami kondisi yang semakin kering seiring mendekatnya puncak fenomena El Nino yang diprediksi masuk kategori kuat. Hingga akhir Juli 2026, atmosfer di atas Indonesia menunjukkan kecenderungan yang mendukung berkurangnya pasokan hujan, dengan El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif menjadi faktor dominan.

Data BMKG mencatat bahwa 73,8 persen wilayah Indonesia, atau 516 Zona Musim (ZOM), telah memasuki musim kemarau. Distribusi curah hujan pada Dasarian III Juli juga didominasi kategori rendah, dengan sekitar 76,3 persen wilayah mengalami sifat hujan di bawah normal. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut hingga awal Agustus, meningkatkan potensi kekeringan meteorologis serta risiko kebakaran hutan dan lahan.

"Kondisi kering diperkirakan masih berlanjut pada awal Agustus dan meningkatkan potensi kekeringan meteorologis serta risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia," demikian pernyataan BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (11/8).

BMKG juga mengungkapkan bahwa anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik timur (Nino3.4) telah mencapai lebih dari +2°C, menandakan intensitas El Nino berada pada kategori kuat. Sementara itu, indeks IOD di Samudra Hindia berada pada +0,63, yang mengindikasikan suplai uap air bergerak dari Indonesia bagian barat menuju pesisir timur Afrika. Kombinasi ini membuat musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dari normalnya.

Prakiraan BMKG untuk Dasarian II Agustus 2026 menunjukkan curah hujan kategori rendah akan mendominasi 95,62 persen wilayah Indonesia, sementara 4,38 persen lainnya berada pada kategori menengah. Hal ini sejalan dengan prediksi bahwa puncak El Nino akan terjadi pada Desember 2026 atau Januari 2027, dan berpotensi melebihi kategori kuat.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa kekuatan El Nino saat ini telah melebihi ambang batas kategori kuat. "Monitoring suhu permukaan laut di Pasifik telah menunjukkan indeks Nino 3.4 yang menyatakan kekuatan El Nino telah melebihi threshold kategori kuat, yaitu di atas 1,5°C, saat ini lebih dari 1,56°C," ujarnya.

Ardhasena juga menyebutkan bahwa indeks di Samudra Hindia menunjukkan angka negatif (-0,38), menandakan peluang signifikan terjadinya IOD yang biasanya berdampingan dengan El Nino. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dampak El Nino di Indonesia tidak selalu sama setiap tahunnya, tergantung pada kondisi panasnya laut di sekitar wilayah Indonesia. Musim kemarau di Indonesia diprediksi akan berakhir pada Oktober 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0