CCTV dan ETLE Bongkar Jejak Sutrimo, Tiga Motor Berganti Sebelum Dievakuasi Ambulans

Rekaman CCTV dan sistem ETLE mengungkap kronologi pergerakan Sutrimo sebelum dievakuasi ambulans dari Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban terpantau beraktivitas sejak Rabu malam, berganti tiga sepeda motor, dan terekam terakhir di depan TKP sebelum tim medis membawanya ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

Oct 3, 2026 - 04:02
Oct 3, 2026 - 04:02
 0
CCTV dan ETLE Bongkar Jejak Sutrimo, Tiga Motor Berganti Sebelum Dievakuasi Ambulans
CCTV dan ETLE Bongkar Jejak Sutrimo, Tiga Motor Berganti Sebelum Dievakuasi Ambulans

Penyelidikan menggunakan rekaman kamera pengawas dan sistem tilang elektronik (ETLE) berhasil merangkai kronologi pergerakan Sutrimo sebelum ia dievakuasi dengan ambulans dari kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7) pagi. Data linimasa tersebut menjadi petunjuk utama bagi penyidik dalam merekonstruksi jam-jam krusial sebelum insiden terjadi.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengungkapkan bahwa korban dievakuasi dari tempat kejadian perkara menuju RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans bernomor polisi B 1418 KIX pada pukul 09.03 WIB. Menurutnya, sebelum insiden, korban terpantau beraktivitas sepanjang malam dan sempat berganti tiga sepeda motor berbeda di sekitar kawasan Petogogan dan Radio Dalam.

Rangkaian peristiwa dimulai pada Rabu (22/7) malam pukul 21.20 WIB. Saat itu, sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi B 3205 EAL yang dikendarai korban mogok di depan Klinik SAS. Sepuluh menit kemudian, seorang rekan korban datang menaiki Honda Supra B 6978 SS untuk membantu mendorong motor korban menyusuri Jalan Petogogan I hingga melewati Jalan Radio III.

Memasuki Kamis (23/7) dini hari pukul 00.35 WIB, korban kembali terekam kamera dengan kendaraan berbeda, yakni Yamaha Jupiter merah bernomor polisi B 3888 NDI. Ia tampak melintasi Jalan Petogogan II dan area Klinik Skinesio, lalu sempat singgah di Klinik Morden pada pukul 00.37 WIB sebelum meninggalkannya dua menit kemudian menuju arah Jalan Radio III.

Pergerakan korban berlanjut pada pukul 01.22 WIB ketika ia kembali berganti kendaraan menggunakan Yamaha NMAX bernomor polisi B 4184 SJK. Hingga pukul 03.00 WIB, korban terekam berulang kali melintasi Jalan Petogogan I, kawasan Klinik SAS, dan Jalan Radio IV.

Pada pukul 03.11 WIB, korban yang berboncengan dengan rekannya melintas dari perempatan Radio Dalam menuju Jalan Kramat Pela, memutar balik, dan berhenti di sebuah warung Pecel Lele Sambel Setan di Jalan Radio Dalam Raya. Keduanya menghabiskan waktu sekitar 27 menit di lokasi tersebut sebelum kembali bergerak menuju arah Jalan KH Ahmad Dahlan pada pukul 03.38 WIB.

Aktivitas terakhir korban sebelum insiden terekam pada pukul 05.30 WIB. Korban terpantau melintasi Jalan Kramat Pela dan berhenti tepat di depan TKP dengan masih mengendarai Yamaha NMAX B 4184 SJK. Selang tiga jam kemudian, tepatnya pukul 08.53 WIB, satu unit ambulans tiba di TKP, dan tim medis membawa korban keluar dari lokasi kejadian pada pukul 09.03 WIB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di RS Muhammadiyah Taman Puring.

Anom menegaskan bahwa rangkaian rekaman visual ini menjadi petunjuk utama dalam merekonstruksi jam-jam krusial korban sebelum kejadian. Sutrimo sendiri merupakan kepala rumah tangga di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, yang ditemukan meninggal dunia secara mendadak pada Juli 2026.

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga almarhum Sutrimo mendatangi Polda Metro Jaya untuk menyampaikan surat permohonan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) guna mempertanyakan kejelasan hasil ekshumasi jenazah korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0