Candi Tegowangi Jadi Titik Ketiga Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026, Mas Dhito Sebut Pluralisme Hadir di Kediri

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026 di Candi Tegowangi, titik ketiga setelah Banyuwangi dan Batu. Acara ini menampilkan Topeng Sakral Sri Aji Dalem Jawi dan Wayang Wong Tantri Nandaka Harana. Mas Dhito menekankan pentingnya toleransi dan pluralisme, sementara Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud mengapresiasi dukungan Pemkab Kediri.

Sep 30, 2026 - 08:03
Sep 30, 2026 - 08:03
 0
Candi Tegowangi Jadi Titik Ketiga Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026, Mas Dhito Sebut Pluralisme Hadir di Kediri
Candi Tegowangi Jadi Titik Ketiga Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026, Mas Dhito Sebut Pluralisme Hadir di Kediri

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, menyaksikan langsung gelaran Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026 di pelataran Candi Tegowangi, Kabupaten Kediri, Rabu (15/7) malam. Kegiatan ini merupakan perjalanan budaya dan spiritual yang menghubungkan lima titik suci di Jawa sebagai perwujudan pasabhan, yakni pertemuan kebudayaan Jawa dan Bali.

Candi Tegowangi menjadi titik ketiga yang disinggahi setelah sebelumnya digelar di Banyuwangi dan Batu, Malang. Di setiap titik, dipentaskan pertunjukan seni Topeng Sakral Sri Aji Dalem Jawi serta Wayang Wong Tantri Nandaka Harana. Pagelaran ini diselenggarakan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud dan dinilai memiliki nilai spiritual bagi umat Hindu.

Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya acara tersebut. Menurut Mas Dhito, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga toleransi antar umat beragama. "Tentunya ini bagian dari menjaga toleransi antar umat beragama," ujarnya.

Pertunjukan seni yang dipentaskan sarat akan nilai ajaran leluhur dan meneguhkan keyakinan bahwa kebudayaan mampu menjadi jembatan pemersatu bangsa. Topeng Sakral Sri Aji Dalem Jawi, misalnya, menjadi pengingat akan visi besar para leluhur dalam membangun persatuan nusantara. Di Candi Tegowangi, ruang pertunjukan seni budaya terbukti dapat menyatukan masyarakat lintas generasi dan agama. "Pada malam hari ini pluralisme itu hadir betul di Kabupaten Kediri ini," kata Mas Dhito.

Bukan sekadar tontonan, pertunjukan ini juga mengandung nilai-nilai kehidupan. Wayang Wong Tantri Nandaka Harana menyampaikan ajaran moral tentang kebijaksanaan, kepemimpinan, keberanian, serta kemenangan dharma atas adharma.

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Mas Dhito yang telah memfasilitasi acara Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026 di Candi Tegowangi. "Titik ini bukan hanya menjadi tempat yang biasa tetapi adalah titik spiritual peradaban yang sangat penting," terangnya.

Ari mengungkapkan bahwa Candi Tegowangi merupakan tempat bersejarah yang memuat ajaran moral warisan leluhur, sebagaimana tergambar dalam kidung Sudamala. Kidung tersebut kini banyak dipentaskan di Bali. "Cerita Sudamala ternyata bersumber dari apa yang tergambar di candi ini," ungkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0