Bulgaria Setujui Pembelian 7 Kapal Pemburu Ranjau, Perkuat Keamanan Laut Hitam

Parlemen Bulgaria menyetujui pembelian tujuh kapal pemburu ranjau dari Belgia dan Belanda untuk memperkuat kemampuan militer di Laut Hitam. Tiga kapal berasal dari Belanda, sementara empat lainnya melalui perjanjian transfer bersama Belgia dan Belanda. Langkah ini sejalan dengan upaya NATO menjaga keamanan jalur pelayaran dan kerja sama penanggulangan ranjau bersama Turki dan Rumania.

Oct 3, 2026 - 08:02
Oct 3, 2026 - 08:02
 0
Bulgaria Setujui Pembelian 7 Kapal Pemburu Ranjau, Perkuat Keamanan Laut Hitam
Bulgaria Setujui Pembelian 7 Kapal Pemburu Ranjau, Perkuat Keamanan Laut Hitam

Bulgaria resmi menyetujui pembelian tujuh kapal pemburu ranjau dari Belgia dan Belanda. Langkah ini diambil untuk memperkuat kemampuan militernya dalam membersihkan ranjau laut di kawasan Laut Hitam, seiring meningkatnya upaya NATO menjaga keamanan jalur pelayaran.

Persetujuan tersebut diberikan oleh parlemen Bulgaria pada Rabu. Sebanyak tiga kapal pemburu ranjau akan dibeli langsung dari Belanda, sedangkan empat kapal lainnya diperoleh melalui perjanjian transfer yang melibatkan Belgia, Belanda, dan Bulgaria.

Belanda berkomitmen memulihkan kemampuan teknis serta meningkatkan kapasitas operasional tiga kapal sebelum kepemilikannya dialihkan kepada Bulgaria. Bulgaria sendiri akan menanggung biaya perbaikan dan restorasi agar seluruh kapal memenuhi standar kesiapan operasional NATO.

Menteri Pertahanan Bulgaria Dimitar Stoyanov menegaskan bahwa kapal-kapal pemburu ranjau tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan negaranya. "Kapal-kapal pemburu ranjau ini sangat dibutuhkan. Kami memiliki tiga kapal jenis yang sama, dan dengan tujuh kapal ini kami akan melengkapi dan lebih meningkatkan kemampuan kami," ujar Stoyanov, seperti dilaporkan The Straits Times.

Selain memperkuat armada nasional, Bulgaria akan menggunakan kapal-kapal tersebut dalam kerja sama penanggulangan ranjau bersama Turki dan Rumania. "Bulgaria adalah bagian dari kelompok penanggulangan ranjau yang dibentuk bersama dengan rekan-rekan kami dari Turki dan Rumania, dan bekerja dalam koordinasi yang sangat baik untuk membersihkan wilayah maritim ketiga negara tersebut," kata Stoyanov.

Nota kesepahaman yang mencakup akuisisi ini juga meliputi pelatihan awak kabin, suku cadang, dan peralatan tambahan. Hal itu menjadi bagian dari kesiapan operasional jangka panjang bagi kapal-kapal yang akan bergabung dengan armada Bulgaria.

Pada KTT NATO Juli lalu, Bulgaria, Rumania, dan Turki sepakat memperluas tugas gugus penanggulangan ranjau. Gugus tugas tersebut tidak hanya membersihkan ranjau terapung, tetapi juga menjalankan misi untuk membantu melindungi infrastruktur penting di Laut Hitam.

Ketiga negara itu berbagi wilayah Laut Hitam dengan Georgia, Rusia, dan Ukraina. Gugus tugas penjinakan ranjau dibentuk pada 2024 untuk menanggulangi ancaman ranjau terapung setelah invasi Moskow ke Ukraina pada 2022.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0