BTP Padang Edukasi Pelajar SMPN 1 Lubuk Alung, Tekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang menggelar sosialisasi keselamatan di SMPN 1 Lubuk Alung, Padang Pariaman. Siswa diajak menerapkan gerakan BERTEMAN untuk menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. Pihak sekolah menyebut lebih dari setengah siswanya melintasi rel setiap hari, sehingga edukasi ini dinilai krusial.

Oct 1, 2026 - 16:03
Oct 1, 2026 - 16:03
 0
BTP Padang Edukasi Pelajar SMPN 1 Lubuk Alung, Tekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang
BTP Padang Edukasi Pelajar SMPN 1 Lubuk Alung, Tekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang menggelar sosialisasi keselamatan perkeretaapian di SMPN 1 Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, pada Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini menyasar kalangan pelajar yang setiap hari beraktivitas di sekitar jalur rel, dengan tujuan utama menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diperkenalkan pada kampanye gerakan BERTEMAN, singkatan dari Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Baru Jalan. Melalui pendekatan ini, pelajar diajak berperan sebagai pahlawan keselamatan bagi diri sendiri dan orang di sekitarnya saat melintasi perlintasan kereta api.

Kepala Seksi Lalu Lintas, Sarana, dan Keselamatan BTP Kelas II Padang, Teguh Ilman Santoso, menekankan pentingnya edukasi sejak dini. Menurutnya, tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang kerap melibatkan pengguna jalan menjadikan pemahaman keselamatan sebagai kebutuhan mendesak.

Teguh juga mengingatkan para siswa untuk saling mengingatkan satu sama lain. Ia menegaskan bahwa keselamatan diri dan orang di sekitar saat melintasi rel kereta api merupakan tanggung jawab bersama.

Pihak sekolah menyambut baik langkah edukasi ini. Plt. Kepala SMPN 1 Lubuk Alung, Hafni Nurneli, mengungkapkan bahwa posisi gedung sekolah yang berdekatan langsung dengan perlintasan kereta api membuat potensi bahaya selalu mengintai para siswa setiap hari.

Nurneli menyebut lebih dari setengah siswa di sekolahnya melintasi rel kereta api dalam aktivitas harian, baik saat berangkat maupun pulang sekolah. Karena itu, sosialisasi dinilai sangat penting untuk membekali anak-anak dengan pemahaman standar keselamatan agar terhindar dari bahaya.

Data Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJPK) Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan di jalur kereta api terjadi pada perlintasan sebidang, terutama lokasi yang tidak dijaga atau tidak dilengkapi palang pintu resmi.

Sesuai ketentuan UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Kereta api memiliki hak utama (right of way) karena tidak dapat berhenti secara mendadak akibat jarak pengereman yang panjang.

Teguh berharap upaya edukasi ke sekolah-sekolah seperti di SMPN 1 Lubuk Alung dapat menanamkan budaya disiplin berlalu lintas sejak dini. Dengan begitu, angka kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalur kereta api Sumatra Barat diharapkan terus menurun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0