Foto Siswa SMP di Jaktim Disunting AI Jadi Konten Dewasa, Polisi Mulai Usut
Polres Metro Jakarta Timur menyelidiki dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswa SMP negeri melalui penyalahgunaan foto yang disunting AI. Kasus ini viral setelah unggahan di Threads menyebut pelaku mengedit foto teman perempuannya menyerupai konten dewasa dan menjual sekitar 200 foto. Polisi juga menerima laporan dugaan penganiayaan dari pihak pelaku, sementara sekolah akan memediasi kedua pihak.
Polres Metro Jakarta Timur tengah menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang siswa di salah satu SMP negeri di wilayah tersebut. Kasus ini mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang menyebut adanya penyalahgunaan foto dengan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur saat ini masih melakukan penyidikan terhadap kasus itu.
Perhatian publik terhadap kasus ini meningkat setelah sebuah unggahan di akun Threads @zeesoraa menyebutkan bahwa seorang siswa kelas tiga SMP diduga mengedit foto teman-teman perempuannya menggunakan AI sehingga menyerupai konten dewasa. Unggahan itu juga menyebut pelaku diduga memperjualbelikan sekitar 200 foto hasil editan kepada pihak lain.
Sejumlah warganet yang menanggapi unggahan tersebut kemudian mengaitkan dugaan peristiwa itu dengan siswa salah satu SMP negeri di Jakarta Timur. Meski demikian, hingga kini pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci identitas siswa maupun korban dalam perkara tersebut.
Made Budi menjelaskan bahwa foto-foto tersebut diubah menjadi stiker dengan badan korban yang diedit. "Iya jadi fotonya dijadiin stiker, foto badan korban apa ini (dibuat) editan, yang seperti itu," ujarnya.
Selain menangani dugaan pelecehan seksual, polisi juga menerima laporan terkait dugaan penganiayaan dari pihak yang disebut sebagai pelaku dalam isu viral ini. "Saat ini sudah ada satu laporan, di mana pihak dari pelaku mengaku menerima perlakuan tidak menyenangkan ataupun dilakukan penganiayaan dari pihak korban," jelas Budi.
Dengan adanya laporan tersebut, kepolisian akan menangani kedua persoalan sesuai proses hukum yang berlaku. Pihak yang terlibat juga akan dipertemukan dalam proses mediasi oleh pihak sekolah sambil menunggu hasil penyidikan perkara utama.
Menurut Budi, mediasi menjadi bagian dari penyelesaian persoalan dengan tetap mempertimbangkan hasil penanganan perkara oleh penyidik. Polisi saat ini masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk mekanisme penyuntingan foto, pihak yang menerima atau menyebarkan hasil suntingan, serta jumlah korban.
Penyidik juga terus mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait untuk memastikan fakta dalam perkara ini dan menentukan langkah hukum selanjutnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0