BMKG Buka Peluang Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar Hingga Jawa Timur, Ini Syaratnya
BMKG menanggapi peluang abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani, penyebaran itu bergantung pada perubahan arah angin di berbagai lapisan atmosfer. Saat ini abu lebih banyak terpantau di Jawa bagian barat dan Sumatra bagian selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara soal kemungkinan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar hingga ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut BMKG, peluang itu sangat ditentukan oleh perubahan arah angin di berbagai lapisan atmosfer.
"Untuk kemungkinan abu vulkanik mencapai Jawa Tengah dan Jawa Timur, secara meteorologis hal tersebut bergantung pada perubahan arah angin di berbagai lapisan atmosfer," ujar Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, Senin (7/9).
Hingga saat ini, sebaran abu vulkanik masih lebih banyak terpantau di wilayah Jawa bagian barat dan Sumatra bagian selatan. Meski begitu, Andri tidak menutup kemungkinan bahwa sebaran abu bisa meluas ke wilayah lain.
"Namun, apabila terjadi perubahan pola angin yang mendukung, sebaran abu dapat bergerak ke wilayah yang lebih jauh," kata Andri.
Andri juga belum dapat memastikan sampai kapan sebaran abu vulkanik akan berlangsung di Jakarta. Menurutnya, durasi sebaran abu sangat bergantung pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau serta arah dan kecepatan angin.
"Untuk sebaran abu vulkanik di Jakarta, sampai kapan berlangsungnya belum dapat dipastikan karena sangat bergantung pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau serta arah dan kecepatan angin," ucapnya.
Lebih lanjut, Andri memaparkan kondisi atmosfer pada 6 September 2026 pukul 16.00 WIB. Saat itu, angin di sekitar Gunung Anak Krakatau bervariasi menurut ketinggian, dengan arah dari tenggara-selatan di lapisan bawah, barat laut-utara di lapisan menengah, dan utara-timur laut di lapisan atas, serta kecepatan 2-30 knot.
Kondisi angin tersebut membuat abu vulkanik dapat bergerak dan menyebar ke Jawa bagian barat maupun Sumatra bagian selatan. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak atau berpotensi terdampak untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
"Masyarakat di wilayah yang terdampak atau berpotensi terdampak sebaiknya tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama selama masih terdapat paparan abu vulkanik," kata Andri.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0