Banjir Bandang Hantam Perbatasan China-Nepal, 22 Orang Tewas dan Ratusan Turis Belum Ditemukan

Banjir bandang melanda wilayah perbatasan China dan Nepal pada Rabu (26/8), menewaskan 22 orang dan menyebabkan ratusan lainnya hilang, termasuk sekitar 384 turis serta 60 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air. Otoritas menduga banjir dipicu gempa bumi yang memicu longsor dan menghalangi aliran Sungai Bhote Koshi.

Sep 30, 2026 - 08:03
Sep 30, 2026 - 08:03
 0
Banjir Bandang Hantam Perbatasan China-Nepal, 22 Orang Tewas dan Ratusan Turis Belum Ditemukan
Banjir Bandang Hantam Perbatasan China-Nepal, 22 Orang Tewas dan Ratusan Turis Belum Ditemukan

Bencana banjir bandang menerjang kawasan dekat perbatasan China dan Nepal pada Rabu (26/8). Hingga laporan terakhir, 22 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya masih belum diketahui keberadaannya. Banjir tidak hanya merendam sejumlah wilayah di Nepal, tetapi juga melanda kawasan Tibet, China, termasuk daerah Gyirong yang turut dilanda tanah longsor.

Otoritas setempat mencatat sekitar 384 turis hilang akibat peristiwa ini. Sebanyak 291 di antaranya merupakan warga negara asing yang berasal dari Inggris, Amerika Serikat, India, dan Malaysia. Pemerintah China pun memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa berpotensi bertambah seiring masih berlangsungnya proses pencarian.

Presiden China Xi Jinping memerintahkan upaya pencarian dan penyelamatan secara habis-habisan untuk menemukan para korban yang hilang. Pemerintah China juga menyiapkan bantuan bagi warga terdampak berupa tenda, kompor pemanas, pakaian, dan perlengkapan tidur.

Di sisi Nepal, kantor berita nasional RSS melaporkan bahwa 60 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air dinyatakan hilang. Mereka bekerja di Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Langtang Khola di Rasuwa. Saat banjir datang, para pekerja tengah melakukan pengecoran beton di dalam terowongan sebelum akhirnya kawasan proyek tersebut rusak diterjang air.

Selain para pekerja, badan pariwisata Nepal menyebut sekitar 400 wisatawan, termasuk warga negara asing, juga belum diketahui keberadaannya. Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal menduga banjir terjadi setelah gempa bumi memicu tanah longsor besar yang menghalangi aliran Sungai Bhote Koshi sehingga air meluap.

"Gempa bumi terjadi pukul 08.37 pagi tadi, dan akibatnya terjadi tanah longsor besar yang menghalangi aliran sungai, yang tampaknya menyebabkan banjir," ujar Khanal dalam rapat di Dewan Perwakilan Rakyat Nepal. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,4 di wilayah tersebut pada waktu yang sama.

Tim penyelamat dari kepolisian dan militer Nepal terus dikerahkan mencari warga serta pekerja yang hilang. Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai untuk meningkatkan kewaspadaan. "Masyarakat di sepanjang sungai disarankan untuk lebih berhati-hati dan tetap waspada," kata Balendra, seperti dilaporkan Reuters.

Upaya penyelamatan tidak lepas dari kendala. Juru bicara militer Nepal Raja Ram Basnet menyatakan helikopter tidak dapat mendarat di sejumlah wilayah, termasuk Syapru Besi dan Timure di Nepal Utara, sampai kondisi air surut. Situasi ini membuat proses evakuasi dan pencarian korban berjalan lebih sulit di tengah cuaca dan medan yang menantang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0