21 Penerbangan di BIM Dibatalkan Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Terpaksa Jadwal Ulang

Erupsi Anak Gunung Krakatau memicu pembatalan 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Sejumlah penumpang, termasuk Hafid Armi yang hendak terbang ke Jakarta, memilih menjadwalkan ulang penerbangan. Maskapai menawarkan opsi reschedule atau refund, sementara manajemen BIM mengimbau penumpang memantau status penerbangan secara berkala.

Sep 30, 2026 - 08:03
Sep 30, 2026 - 08:03
 0
21 Penerbangan di BIM Dibatalkan Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Terpaksa Jadwal Ulang
21 Penerbangan di BIM Dibatalkan Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Terpaksa Jadwal Ulang

Dampak erupsi Anak Gunung Krakatau membuat operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terganggu. Hingga Minggu (6/9/2026) pukul 12.48 WIB, manajemen BIM mencatat sebanyak 21 penerbangan dari dan menuju bandara tersebut dibatalkan. Pembatalan ini terjadi karena sebaran abu vulkanik memengaruhi jalur penerbangan serta operasional Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Salah satu penumpang yang terdampak adalah Hafid Armi. Ia seharusnya terbang dari Padang menuju Jakarta dengan jadwal keberangkatan pukul 08.35 WIB. Meski sudah mengetahui informasi penutupan Bandara Soekarno-Hatta sejak pagi, Hafid tetap datang ke BIM untuk memastikan status penerbangannya secara langsung.

"Pagi-pagi saya sudah lihat informasi kalau Bandara Soetta ditutup, tapi saya tetap ke BIM untuk memastikan status penerbangan. Saya juga mendapat pemberitahuan dari maskapai melalui email dan WhatsApp," ujar Hafid.

Setelah dipastikan penerbangannya dibatalkan, pihak maskapai memberikan dua pilihan kepada Hafid, yakni melakukan penjadwalan ulang atau refund. "Terkait adanya erupsi Anak Krakatau, saya diarahkan untuk melakukan reschedule atau refund," katanya.

Pembatalan tersebut cukup mengganggu rencana Hafid karena ia dijadwalkan kembali masuk kantor pada Senin. "Sangat berdampak, apalagi Senin sudah masuk kantor," ujarnya. Meski demikian, ia memahami keputusan pembatalan dan menilai keselamatan penumpang serta kru pesawat harus tetap menjadi prioritas. "Untuk maskapai tetap mengutamakan keselamatan, karena ini bukan karena maskapai, murni force majeure," tuturnya.

Hafid juga mengapresiasi bantuan yang diberikan di BIM. Ia mengaku dibantu untuk melakukan penjadwalan ulang dan memilih penerbangan pada Senin pagi. "Di BIM, saya juga dibantu untuk melakukan reschedule penerbangan jadi besok pagi," katanya.

Manajemen BIM mengimbau calon penumpang untuk terus memantau status penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai masing-masing sebelum melakukan perjalanan. Kondisi operasional dinilai masih dapat berubah mengikuti perkembangan situasi erupsi Anak Gunung Krakatau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0