AS Kembali Gempur Iran, Rentetan Ledakan Terdengar di Sejumlah Wilayah
Militer AS kembali melancarkan serangan ke Iran pada Kamis dini hari, menyusul serangan drone terhadap pangkalan AS di Yordania dan kapal tanker gas. Ledakan dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm, Provinsi Bushehr, Abadan, Bandar Abbas, serta pulau-pulau Abu Musa dan Kish. Serangan ini memicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Kamis (30/7) dini hari. Serangan ini merupakan buntut dari insiden penyerangan drone yang menargetkan pangkalan militer AS di Yordania dan sebuah kapal tanker gas. Rentetan ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Iran, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.
Media lokal Iran, sebagaimana dikutip Al Jazeera, melaporkan tiga ledakan terjadi di Pulau Qeshm. Warga setempat menyebutkan rudal menghantam daerah pemukiman di pulau tersebut. Selain itu, ledakan juga terdengar di Provinsi Bushehr, yang merupakan lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.
Wakil Menteri Keamanan di Provinsi Khuzestan mengonfirmasi bahwa pasukan AS menargetkan beberapa lokasi di Abadan. Sementara itu, televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan dua ledakan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas di Provinsi Hormozgan. Suara ledakan serupa juga dilaporkan terdengar di pulau-pulau Abu Musa, Kish, dan Qeshm.
Serangkaian serangan ini terjadi setelah pangkalan AS di Yordania digempur Iran. Presiden AS, Donald Trump, juga menuduh Iran berada di balik serangan yang menyebabkan kapal tanker gas AS terbakar. Menanggapi insiden tersebut, Trump sebelumnya bersumpah akan mengambil tindakan keras.
"Kita akan menyerang mereka dengan keras. Kita akan menghajar mereka habis-habisan," ujar Trump kepada Fox News. Sejak pertengahan Juli, AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran meskipun ada gencatan senjata dan nota kesepahaman yang berisi penghentian pertempuran. Iran kemudian membalas serangan tersebut, sehingga pertempuran kembali pecah hingga saat ini.
Konflik yang kembali memanas ini menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas kawasan Timur Tengah. Masyarakat internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan kembali ke jalur diplomasi guna mencegah korban sipil yang lebih banyak.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0