Airlangga Sebut Transaksi Jualan Lewat Live Streaming Tembus 2,6 Miliar, Penjual Online Naik 75 Persen
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap transaksi video commerce atau jualan lewat live streaming menembus 2,6 miliar transaksi dengan jumlah penjual online naik hampir 75 persen. Tren ini mendorong penguatan ekonomi digital Indonesia yang telah mencapai US$100 miliar pada 2025, seiring persiapan Harbolnas 2026 yang menargetkan transaksi mendekati Rp40 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti pesatnya perkembangan perdagangan melalui video commerce atau jualan lewat siaran video dan live streaming. Menurutnya, jumlah transaksi pada kanal tersebut telah menembus 2,6 miliar kali, seiring pertumbuhan jumlah penjual online yang mencapai sekitar 800 ribu atau naik hampir 75 persen.
"Kalau kita lihat jumlah penjual online sekitar 800 ribu, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90 persen yaitu 2,6 miliar transaksi," kata Airlangga dalam acara Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di Kementerian Perdagangan Jakarta Pusat, Kamis (27/8).
Airlangga menilai perkembangan itu menunjukkan penjualan offline dan online mulai menyatu atau yang sering disebut sebagai omnichannel. Meski demikian, penjualan offline masih mendominasi dengan kontribusi sekitar dua pertiga nilai perdagangan, sementara e-commerce menyumbang sepertiganya.
Tren belanja digital tersebut juga ditopang tingginya jumlah pengguna media sosial di Indonesia yang telah melampaui 180 juta pengguna. Airlangga menyebut angka itu terus tumbuh sekitar 26 persen per tahun. "Jadi kalau sekarang trennya tetap baik, terjadi dual channel atau omnichannel di mana video commerce itu berjalan dan trennya malah naik," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga menekankan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, semakin dibutuhkan dalam perdagangan digital. AI dinilai berperan penting untuk pengelolaan stok, permintaan, hingga pemilihan produk yang ditawarkan sesuai preferensi konsumen. Ia juga menyebut ekonomi digital Indonesia telah mencapai sekitar US$100 miliar atau setara Rp1.775,30 triliun pada 2025, dan pemerintah membidik pengembangan hingga sekitar US$600 miliar atau Rp10.648,80 triliun seiring penguatan pasar digital ASEAN melalui Digital Economic Framework Agreement (DEFA).
Menurut Airlangga, pasar digital ASEAN yang sebelumnya diproyeksikan sekitar US$1 triliun berpotensi meningkat menjadi US$2 triliun atau setara Rp35.500 triliun. Indonesia diperkirakan dapat mengambil porsi 30-40 persen dari pasar tersebut. Penguatan ekosistem digital juga diarahkan untuk memperluas akses UMKM ke pasar global, salah satunya melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS dalam transaksi lintas negara.
"Jadi dengan ditandatanganinya DEFA salah satu low hanging fruit adalah payment system. Kita sudah punya payment system QRIS yang diharapkan bisa digunakan di seluruh negara ASEAN," kata Airlangga. Ia menyebut QRIS saat ini baru digunakan di lima negara ASEAN, dan bagi pedagang penggunaannya dinilai dapat mengurangi biaya transaksi karena tidak ada merchant discount dalam skema tersebut.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp36,4 triliun, naik 17 persen dari Rp31,2 triliun pada 2024. Kontribusi transaksi produk lokal sebesar Rp16,6 triliun atau 45 persen dari total nilai transaksi, dengan tiga kategori produk lokal paling diminati yakni fashion dan pakaian olahraga, produk perawatan, serta makanan dan minuman.
Untuk Harbolnas 2026, pemerintah menargetkan nilai transaksi meningkat sekitar 5 persen-10 persen dari capaian tahun lalu atau setidaknya mendekati Rp40 triliun. Harbolnas 2026 akan berlangsung selama tujuh hari pada 10-16 Desember 2026 dengan cakupan yang diperluas, tidak hanya barang tetapi juga jasa, akomodasi, tiket transportasi, online travel agent, ride-hailing, social commerce, serta berbagai platform perdagangan dan layanan digital lainnya. Perluasan itu merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.
Airlangga menambahkan target transaksi Harbolnas tersebut penting untuk mendorong perekonomian pada kuartal IV 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV menuju 6 persen sebagai pijakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0