XLSmart Percepat Ekspansi 5G, Target Naik Jadi 101 Kota Usai Kantongi Spektrum 2,6 GHz

XLSmart mempercepat perluasan jaringan 5G setelah spektrum 2,6 GHz yang diperoleh dari lelang resmi mulai diimplementasikan pada Agustus. Target cakupan 5G dinaikkan dari 88 menjadi 101 kota/kabupaten hingga akhir 2026, dengan Lombok dan Malang masuk daftar kota baru. Perusahaan juga menaikkan panduan capex 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.

Oct 3, 2026 - 04:02
Oct 3, 2026 - 04:02
 0
XLSmart Percepat Ekspansi 5G, Target Naik Jadi 101 Kota Usai Kantongi Spektrum 2,6 GHz
XLSmart Percepat Ekspansi 5G, Target Naik Jadi 101 Kota Usai Kantongi Spektrum 2,6 GHz

XLSmart resmi mempercepat ekspansi jaringan 5G setelah spektrum frekuensi 2,6 GHz yang dimenangkan dari lelang resmi mulai diimplementasikan pada awal Agustus lalu. Perusahaan menaikkan target cakupan layanan 5G dari semula 88 kota/kabupaten menjadi 101 kota/kabupaten hingga akhir 2026. Langkah ini menjadi sinyal bahwa persaingan layanan 5G di Indonesia semakin ketat.

Direktur dan Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, menyatakan target baru tersebut ditetapkan setelah perusahaan mulai mengaktifkan spektrum baru pada jaringannya. "Kita agree to expand 101 kota. Kota-kota baru, Lombok, Malang akan turn on sebelum akhir tahun ini. Ini akan lanjut terus ke tahun depan," ujar Shurish dalam Media Gathering XLSmart di Surabaya, Jumat (4/9).

Menurut Shurish, XLSmart memperoleh izin mengaktifkan spektrum baru pada 5 Agustus. Hanya dalam waktu sekitar tiga pekan, perusahaan berhasil menyalakan spektrum 2,6 GHz di seluruh site 5G miliknya. "Dalam waktu tiga minggu semuanya sudah on. Itu first to on. Semua 5G site 2,6 GHz jaringannya sudah on," katanya.

Sebelumnya, tiga operator seluler memenangkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dalam lelang frekuensi. XLSmart mendapatkan 30 MHz (2x15 MHz) pada frekuensi 700 MHz dan 50 MHz pada pita frekuensi 2,6 GHz. Kedua spektrum itu memiliki peran berbeda: 700 MHz untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan penetrasi sinyal, sedangkan 2,6 GHz menyediakan kapasitas lebih besar di wilayah dengan konsumsi dan kepadatan trafik tinggi.

Implementasi keduanya dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, pertumbuhan trafik, kesiapan infrastruktur, serta karakteristik masing-masing wilayah. Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menegaskan perusahaan tidak ingin pengembangan 5G hanya terpusat di titik tertentu. "Kita enggak sekadar ceplok-ceplok 5G hanya untuk sekadar menyatakan saya sudah 5G. Tapi betul-betul 5G dan 4G berada pada titik yang sama," ujar Merza.

Hingga semester pertama 2026, layanan 5G XLSmart telah hadir di lebih dari 50 kota. Jaringan tersebut ditopang sekitar 15 ribu BTS 5G dengan cakupan populasi nasional sekitar 23 persen. Merza menyebut target awal 88 kota/kabupaten pada akhir tahun diperkirakan mampu menjangkau lebih dari 50 persen populasi. Dengan target baru 101 kota/kabupaten, perluasan jaringan akan berlanjut ke sejumlah wilayah tambahan, termasuk Lombok dan Malang.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, XLSmart menaikkan panduan kapitalisasi belanja modal atau capex 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun. Investasi itu digunakan untuk mendukung pengoperasian lebih dari 265 ribu BTS, perluasan 5G, hingga pemanfaatan spektrum baru. XLSmart menegaskan pembangunan jaringan tidak hanya diarahkan ke wilayah dengan pertumbuhan trafik tinggi, tetapi juga daerah yang masih membutuhkan peningkatan kualitas konektivitas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0