Tukang Becak Kulon Progo Kaget Masuk Desil 9, BPS Kini Pastikan Statusnya Berubah Jadi Desil 3

BPS memastikan status tukang becak motor asal Kulon Progo, Timbul, yang sempat tercatat desil 9 dalam DTSEN kini berubah menjadi desil 3 setelah data dimutakhirkan. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan pemutakhiran data menjadi kunci agar kondisi sosial ekonomi warga sesuai fakta terbaru. Timbul sebelumnya mengaku terkejut karena statusnya naik dari desil 1 saat hendak mengurus surat keterangan tidak mampu.

Oct 2, 2026 - 20:02
Oct 2, 2026 - 20:02
 0
Tukang Becak Kulon Progo Kaget Masuk Desil 9, BPS Kini Pastikan Statusnya Berubah Jadi Desil 3
Tukang Becak Kulon Progo Kaget Masuk Desil 9, BPS Kini Pastikan Statusnya Berubah Jadi Desil 3

Badan Pusat Statistik (BPS) angkat bicara soal kisah Timbul, sopir becak motor asal Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sempat tercatat sebagai kelompok desil 9 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). BPS memastikan status warga tersebut kini telah diperbarui dan berubah menjadi desil 3.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan perubahan itu terjadi setelah dilakukan pemutakhiran data sesuai kondisi terbaru warga di lapangan. "Kan sudah, sudah dimutakhirkan sekarang dia ada di desil 3," ujar Amalia kepada wartawan di kediaman Ketua MPR RI, Jakarta Selatan, Jumat (28/8).

Menurut Amalia, data sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis sehingga pemutakhiran menjadi langkah penting untuk memastikan data mencerminkan keadaan sebenarnya. "Jadi kuncinya adalah pemutakhiran menjadi kunci supaya datanya sesuai dengan fakta yang terbaru," katanya.

Sebelumnya, Timbul (49) mengaku terkejut ketika mengetahui dirinya masuk desil 9 dalam DTSEN. Sehari-hari, pria berusia 49 tahun itu bekerja sebagai sopir becak motor di kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Timbul mengungkapkan penghasilannya dari menarik becak motor tidak menentu. Ia mengaku bisa membawa pulang keuntungan bersih sekitar Rp50 ribu dalam sehari ketika mendapatkan penumpang.

Status desil 9 tersebut diketahui saat Timbul hendak mengurus surat keterangan tidak mampu untuk membantu biaya kuliah putranya di Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). "Anak saya mau cari surat keterangan tidak mampu ke balai desa. Tapi, ternyata di sana dicek sama Pak Lurah ternyata desilnya 9," kata Timbul saat ditemui di kediamannya, Senin (24/8).

Padahal, Timbul mengaku sebelumnya tercatat dalam desil 1 dan telah menerima sejumlah bantuan sosial pemerintah. Ia juga menegaskan penghasilan dari betor tidak menentu, bahkan kerap tidak mendapatkan penumpang sama sekali sepanjang hari.

"Penghasilan dari betor ini enggak menentu, kadang bisa narik, kadang enggak. Seharian enggak dapat sama sekali sering," ujarnya. Perubahan status desil Timbul dari desil 9 menjadi desil 3 menjadi penegasan bahwa pemutakhiran data sosial ekonomi warga terus dilakukan agar penyaluran bantuan dan layanan pemerintah tepat sasaran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0