Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, Kanada Merespons dengan Sindiran Pedas
Presiden AS Donald Trump menandatangani Perintah Eksekutif yang mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika di tengah perang dagang dengan Kanada. PM Kanada Mark Carney merespons dengan nada meremehkan, menegaskan nama Danau Ontario tak akan berubah. Langkah ini muncul setelah negosiasi dagang kedua negara gagal dan tarif 50 persen mengancam.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika melalui penandatanganan Perintah Eksekutif. Kebijakan itu diumumkan langsung oleh Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Kamis (27/8), dan menurutnya akan berlaku segera.
"Kami akan mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika, berlaku segera. Perubahan nama danau ini sebenarnya adalah hal yang sudah lama saya pikirkan," ujar Trump kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.
Perubahan nama tersebut tidak lepas dari ketegangan hubungan dagang antara AS dan Kanada. Ketika ditanya pesan apa yang ingin disampaikan kepada Kanada, Trump melontarkan kritik tajam. Menurutnya, Kanada telah lama memanfaatkan AS secara tidak adil. "Yah, mereka tidak memperlakukan kita dengan baik. Para pejabat Kanada memperlakukan kita dengan sangat buruk. Mereka orang-orang yang jahat," kata Trump.
Menanggapi langkah tersebut, Perdana Menteri Kanada Mark Carney buka suara dengan nada meremehkan melalui unggahan di media sosial. Carney menegaskan bahwa nama Danau Ontario sudah ada jauh sebelum Kanada maupun AS terbentuk sebagai sebuah negara. "Kita tahu bahwa Amerika sudah berubah. Hubungan dagang mereka, kebijakan luar negeri mereka, monumen nasional mereka, hingga nama-nama perairan mereka. Warga Kanada juga tahu bahwa kenyataan yang sebenarnya adalah menyebutnya Danau Ontario, dulu, sekarang, dan selamanya," tulis Carney.
Secara geografis, sekitar 52 persen dari luas permukaan Danau Ontario berada di wilayah Kanada, sedangkan sisanya berada di New York. Danau ini merupakan salah satu dari lima Great Lakes di Amerika Utara. Perintah eksekutif Trump hanya berlaku untuk penggunaan nama danau tersebut oleh pemerintah federal AS, dan tidak mengatur bagaimana Kanada, badan internasional, atau organisasi lain menyebutnya.
Langkah Trump ini muncul beberapa hari setelah negosiasi antara kedua negara gagal. AS dan Kanada menetapkan 22 Agustus sebagai tenggat waktu untuk menghindari pengenaan tarif dagang 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai 20 miliar dolar AS. Kanada merespons dengan balasan pajak terhadap sekitar 700 produk AS dengan nilai kurang lebih sama.
Ini bukan kali pertama Trump mengubah nama fitur geografis sejak awal masa jabatan keduanya. Pada Januari 2025, ia menandatangani Perintah Eksekutif untuk mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. Saat penandatanganan kemarin, Trump bahkan melontarkan gagasan tentang kemungkinan perubahan nama bertema Amerika untuk perairan lain yang berbatasan dengan AS.
"Kita sudah punya teluk dan kita sudah punya danau. Sekarang yang kita butuhkan tinggal samudra. Jadi, mungkin kita harus mengubah nama Samudra Atlantik dan/atau Pasifik. Mungkin kita akan mengubah keduanya," kata dia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0