Tim Cook Lengser, Jejak 15 Tahun Bawa Apple Tembus Nilai Pasar Rp77.500 Triliun

Tim Cook resmi mundur dari jabatan CEO Apple per 1 September 2026 setelah hampir 15 tahun memimpin. Di bawah kepemimpinannya, nilai pasar Apple melesat dari US$30 miliar pada 2011 menjadi US$5 triliun pada 2026, didorong pertumbuhan iPhone, layanan, dan ekspansi global. Posisinya digantikan John Ternus, sementara Cook beralih menjadi ketua eksekutif dewan direksi.

Sep 30, 2026 - 04:02
Sep 30, 2026 - 04:02
 0
Tim Cook Lengser, Jejak 15 Tahun Bawa Apple Tembus Nilai Pasar Rp77.500 Triliun
Tim Cook Lengser, Jejak 15 Tahun Bawa Apple Tembus Nilai Pasar Rp77.500 Triliun

Tim Cook resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO Apple pada 1 September 2026. Pria yang hampir 15 tahun memimpin perusahaan teknologi raksasa itu digantikan oleh Senior Vice President of Hardware Engineering, John Ternus. Meski tak lagi menjabat CEO, Cook tidak sepenuhnya meninggalkan Apple. Ia akan menempati posisi ketua eksekutif dewan direksi dan tetap membantu perusahaan, terutama dalam interaksi dengan pembuat kebijakan global.

Selama memimpin Apple, Cook meninggalkan jejak yang sulit disamai. Berdasarkan informasi dari Bull Theory di akun X resminya, nilai pasar Apple melonjak dari US$30 miliar atau sekitar Rp5.425 triliun pada 2011 menjadi US$5 triliun atau setara Rp77.500 triliun pada 2026. Artinya, nilai perusahaan tumbuh hingga 14 kali lipat dalam kurun waktu tersebut.

Pertumbuhan itu juga tercermin dari pendapatan tahunan Apple yang meroket dari US$108 miliar pada 2011 menjadi lebih dari US$400 miliar. Permintaan iPhone yang tetap kuat, bisnis layanan yang berkembang pesat, serta ekspansi global yang berkelanjutan menjadi pendorong utama lonjakan tersebut.

Mengutip Business Standard, Cook membawa Apple melampaui sekadar penjual perangkat keras seperti iPhone, Mac, dan iPad. Ia memperkuat ekosistem di sekeliling produk-produk itu melalui layanan pendukung seperti Apple Music, iCloud, Apple Pay, Apple TV+, Apple Arcade, AppleCare, dan App Store. Layanan-layanan ini menjadi sumber pendapatan berulang yang penting, dengan segmen layanan meraup US$109,1 miliar pada tahun fiskal terbaru.

Salah satu keputusan terpenting Cook terjadi pada 2020 ketika Apple beralih dari prosesor Intel ke chip besutan sendiri, Apple Silicon, untuk komputer Mac. Transisi itu rampung pada 2023 dan membawa peningkatan performa, daya tahan baterai, serta efisiensi daya pada perangkat Apple. Cook juga memperluas kategori produk baru lewat kehadiran Apple Watch dan AirPods yang kemudian berkembang menjadi bisnis utama.

Apple pun memasuki era produk mixed reality melalui Vision Pro. Namun, produk yang diluncurkan pada 2024 itu sulit diadopsi secara luas sehingga dianggap sebagai salah satu produk terlemah dari warisan kepemimpinan Cook.

Sebelum bergabung dengan Apple, Cook menempuh pendidikan sarjana Sains di bidang Teknik Industri dari Auburn University dan meraih gelar MBA dari Duke University melalui Beasiswa Fuqua. Ia mengawali karier di IBM selama 12 tahun dengan jabatan terakhir sebagai direktur North American Fulfillment, lalu menjabat kepala operasional Divisi Reseller di Intelligent Electronics, dan wakil presiden Corporate Materials untuk Compaq.

Cook resmi bergabung dengan Apple pada 1998 sebagai wakil presiden senior untuk operasional global. Sebelum diangkat menjadi CEO pada Agustus 2011, ia menjabat kepala operasional Apple dengan tanggung jawab atas seluruh penjualan dan operasional perusahaan di dunia, termasuk manajemen end-to-end, rantai pasokan, serta layanan dan dukungan di semua pasar. Ia juga memimpin divisi Macintosh dan berperan penting dalam menjaga hubungan strategis dengan pengecer dan pemasok.

Cook mengambil alih kepemimpinan dari Steve Jobs pada 24 Agustus 2011, setelah pendiri Apple itu mundur karena alasan kesehatan. Di bawah kendalinya, Apple memasuki era baru yang berfokus pada skala operasional, layanan, dan pertumbuhan jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0