Skandal LaToya Cantrell: Wali Kota New Orleans Didakwa Korupsi & Asmara
LaToya Cantrell jadi wali kota New Orleans pertama yang didakwa korupsi saat menjabat, terkait dugaan hubungan dengan mantan pengawal pribadinya.
New Orleans – Wali Kota New Orleans, LaToya Cantrell, resmi didakwa oleh dewan juri federal pada Jumat (15/8/2025) terkait tuduhan korupsi yang melibatkan dugaan hubungan asmara dengan mantan pengawalnya. Kasus ini menjadikannya wali kota pertama dalam sejarah 307 tahun New Orleans yang menghadapi dakwaan pidana dari pemerintah AS saat masih menjabat.
Menurut dokumen dakwaan, Cantrell, 53 tahun, diduga menjalin hubungan pribadi dengan Jeffrey Vappie, mantan perwira polisi yang pernah menjadi pengawal pribadinya. Keduanya disebut mengatur agar hubungan tersebut bisa berjalan saat Vappie masih bertugas dan menerima gaji untuk melindunginya.
Perjalanan Dinas Bernilai Puluhan Ribu Dolar
Investigasi mengungkap bahwa Cantrell diduga membawa Vappie dalam sedikitnya 14 perjalanan dinas ke luar negeri, termasuk ke Skotlandia dan Uni Emirat Arab, dengan alasan keamanan. Biaya perjalanan yang ditanggung pemerintah kota mencapai lebih dari 70.000 dolar AS, belum termasuk pengeluaran pribadi sang wali kota.
Tak hanya itu, keduanya juga dituduh menggunakan apartemen milik pemerintah kota di dekat Jackson Square, kawasan bersejarah French Quarter, untuk bertemu ketika Vappie seharusnya menjalankan tugas resmi.
Upaya Menutupi Hubungan
Cantrell dan Vappie diduga berusaha menutupi hubungan ini dengan menggunakan aplikasi pesan terenkripsi, menghapus sebagian dari 15.000 pesan yang mereka tukar, serta memberikan keterangan palsu kepada agen federal, dewan juri, rekan kerja, dan publik.
Dalam satu insiden, seorang warga memotret keduanya sedang makan malam dan minum anggur bersama. Cantrell kemudian melapor ke polisi dan sempat mendapatkan perintah perlindungan sementara terhadap warga tersebut.
Tekanan Politik dan Hukum
Dakwaan juga menyebutkan bahwa Vappie mencoba memengaruhi Michelle Woodfork, yang saat itu menjabat sebagai kepala sementara kepolisian New Orleans, agar membebaskannya dari tuduhan. Cantrell bahkan disebut memberi tahu Woodfork—dengan Vappie hadir di ruangan—bahwa ia tidak akan mendapatkan jabatan permanen sebagai kepala kepolisian.
Keduanya kini menghadapi tuduhan penipuan melalui jaringan (wire fraud), perintangan proses hukum, konspirasi, serta memberikan pernyataan palsu kepada dewan juri. Vappie sendiri sudah lebih dulu didakwa pada Juli 2024, tak lama setelah pensiun dari kepolisian.
Kaitan dengan Skandal Lain
Kasus ini mengingatkan publik pada skandal yang menimpa Wali Kota Nashville, Megan Barry, pada 2018, yang juga berakhir karena hubungan dengan pengawalnya. Menariknya, penyelidik menemukan bahwa Vappie pernah mencari informasi tentang kasus Barry dua tahun sebelum tuduhan terhadapnya muncul.
Dakwaan terhadap Cantrell muncul setelah kasus lain menjerat pengusaha lokal, Randy Farrell, pada September 2024. Farrell didakwa memberikan hadiah kepada Cantrell—termasuk tiket pertandingan New Orleans Saints, ponsel, dan makan malam mewah—untuk mempengaruhi keputusan pemecatan seorang pegawai pemerintah kota yang sedang menyelidiki perusahaannya.
Konteks Politik dan Warisan Kepemimpinan
Investigasi federal terhadap Cantrell dimulai pada 2022 saat ia masih dalam periode kedua sebagai wali kota. Masa jabatannya diwarnai tantangan politik, termasuk hubungan buruk dengan dewan kota yang mengakibatkan pengurangan kewenangannya melalui amandemen piagam kota.
Cantrell, yang menjabat sejak 2018 dan terpilih kembali pada 2021, dikenal sebagai wali kota perempuan pertama New Orleans. Ia sempat memimpin kota melewati masa sulit pandemi Covid-19 dan mencatat rekor terendah pembunuhan dalam 47 tahun pada 2019. Namun, pada periode keduanya, popularitasnya merosot akibat konflik politik dan tuduhan pelanggaran etika.
LaToya Cantrell akan mengakhiri masa jabatannya pada Januari mendatang karena aturan batas masa jabatan. Pemilihan wali kota baru dijadwalkan pada Oktober tahun ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0